Kajian wag harian 23 Dzulhijjah 1447H
*MALU 2* (09-06-'26)
*وَلَـٰكِنۡ إِذَا دُعِیتُمۡ فَٱدۡخُلُوا۟ فَإِذَا طَعِمۡتُمۡ فَٱنتَشِرُوا۟ وَلَا مُسۡتَـٔۡنِسِینَ لِحَدِیثٍۚ إِنَّ ذَ ٰلِكُمۡ كَانَ یُؤۡذِی ٱلنَّبِیَّ فَیَسۡتَحۡیِۦ مِنكُمۡۖ وَٱللهُ لَا یَسۡتَحۡیِۦ مِنَ ٱلۡحَقِّۚ*.
Al-Ahzab, 33:53
Tetapi jika kamu dipanggil (oleh *Nabi*) maka masuklah dan apabila kamu *selesai* makan, keluarlah kamu tanpa *memperpanjang* percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah *mengganggu* Nabi sehingga dia (Nabi) *malu* kepadamu (untuk menyuruhmu keluar), dan *Allah* tidak malu (menerangkan) yang benar.
Kata orang bijak :
Memiliki rasa *malu* adalah tanda bahwa hati *nurani* kita masih berfungsi dengan baik untuk *membedakan* yang benar dan yang salah.
(*Possessing a sense of shame indicates that our conscience is functioning properly to discern right from wrong*.
*إِنَّ امْتِلَاكَ حِسِّ الحَيَاءِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ ضَمِيرَنَا لَا يَزَالُ يَعْمَلُ بِشَكْلٍ جَيِّدٍ لِلتَّمْيِيزِ بَيْنَ الحَقِّ وَالبَاطِلِ*).
① Dunia ini akan jauh lebih *damai* jika setiap orang memiliki rasa *malu* sebelum menyakiti atau *mendzalimi* sesamanya.
② *Malulah* ketika kita sibuk mencari dan *membicarakan* aib orang lain, sementara aib sendiri *menumpuk* tak pernah diperbaiki.
③ Rasa *malu* yang salah adalah ketika kita enggan *berbuat* kebaikan hanya karena takut dinilai *asing* oleh lingkungan sekitar.
④ Kekayaan sejati bukanlah tentang apa yang kita *pamerkan*, melainkan tentang rasa *malu* untuk me-minta² apa yang *bukan* hak kita.
⑤ Orang yang kehilangan rasa *malu* akan kehilangan *kompas* moralnya, sehingga menganggap hal buruk sebagai sebuah *kewajaran*.
⑥ Jadikan rasa *malu* sebagai pakaian harianmu; ia tidak hanya *melindungi* kehormatanmu, tetapi juga *memperindah* caramu bersikap.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*الْحَيَاءُ لَا يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍ*
Sifat *malu* itu tidak *mendatangkan* sesuatu kecuali *kebaikan*. HR Bukhari, Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment