Kajian rutin 17 Ramadhan 1443H
*Mengunci*
*خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ وَعَلَىٰ سَمۡعِهِمۡۖ وَعَلَىٰٓ أَبۡصَٰرِهِمۡ غِشَٰوَةٞۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٞ*
Al-Baqarah: 2:7
Allah telah *mengunci* hati dan pendengaran mereka, *penglihatan* mereka telah *ditutup*, dan mereka akan mendapat azab yang berat.
Kata orang bijak :
*Katakan* apa yang bisa kita katakan, *tulislah* apa yang bisa kita tulis, karena ada suatu *masa* dimana mulut kita *terkunci* dan tangan tak lagi menggenggam.
① Seringkali *pintu* peluang *terkunci*. Anda harus *me-ngetuk², mendobrak*, ke samping kiri, kanan, depan, belakang, atas, bawah, sampai *pintu* itu *terbuka!*
② *Pengetahuan* tidak berarti *terkunci* di belakang pintu. Pengetahuan *berhembus* dengan sangat baik di *udara* terbuka, dimana semua *orang* bisa menghirup *esensinya*.
③ Dia *datang* pada saat yang tepat, saat *pikiran kita* hampir *terkunci* rapat. Kita memang selalu *membutuhkan* seorang yang *cerdas* humoris yang membuat kita *optimis*.
④ *Suami* berkata pada *istri* aku milikmu, demikian *sebaliknya*. Itu yang mereka sadari dan *yakini*. Masing² *terkunci* di dalam *hatinya*, mereka bahagia *tinggal* di sana selamanya.
⑤ Seorang *Peredam* tidak selalu merupakan *pemikir*. Dalam *otaknya* ada ruang *terkunci* yang kosong.
⑥ *dari Ali r.a* dia berkata :
*عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْيِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلَاهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ*
dari Ali (bin Abi Tholib) r.a dia berkata; Seandainya *agama* (Islam) itu berdasarkan hasil *pikiran*, niscaya bagian bawah *sepatu* lebih pantas untuk *diusap* daripada bagian *atasnya*, dan sungguh saya telah melihat *Rasulullahﷺ* mengusap bagian *atas* kedua khufnya. HR Abu Dawud. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber Wag Ust H Zainuddin
No comments:
Post a Comment