Latest News

Kisah Nabi Yusuf 1

 


*KISAH NABI YUSUF عليه ااسلام*

Bagian 1

*YUSUF عليه ااسلام*

Nabi Yusuf adalah putera ketujuh dari dua belas putera Nabi Ya'qub. Ia dengan adiknya yang bernama Bunjamin adalah putera dari ibu Rahil, saudara sepupu Nabi Ya'qub, istri kedua yang cantik.
Silsilah lengkapnya adalah Yusuf bin Yakub bin Ishaq bin Ibrahim bin Azar bin Nahur bin Suruj bin Ra’u bin Falikh bin ‘Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh (cucu Adam generasi kesembilan).

Nabi Yusuf dikaruniai Allah wajah yang tampan parasnya dan tubuh yang tegap yang menjadikan idaman setiap wanita dan dambaan gadis-gadis masa itu.
Nabi Yusuf adalah anak yang dimanjakan oleh ayahnya, lebih disayang dan dicintai dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain, terutama setelah ditinggal wafat ibu kandungnya Rahil ketika ia masih berusia dua belas tahun.

Perlakuan diskriminatif dari Nabi Ya'qub terhadap anak-anaknya telah menimbulkan rasa iri-hati dan dengki di antara saudara-saudara Yusuf yang lain, yang merasa bahwa mereka diperlakukan dengan tidak adil sesama anak.

*Saudara-saudara Yusuf mengadakan pertemuan*

Dalam pertemuan rahasia yang mereka adakan untuk merundingkan nasib yang mereka alami dan mengatur aksi yang harus mereka lakukan untuk menyadarkan ayahnya, berkata salah seorang dari mereka:

"Tidakkah kamu merasakan bahwa perlakuan terhadap kita sebagai anak-anaknya tidak adil dan berat sebelah? Ia memanjakan Yusuf dan menyintai serta menyayangi lebih daripada kita, seolah-olah Yusuf dan Benyamin sajalah anak-anak kandungnya dan kita anak-anak tirinya, padahal kita adalah lebih tua dan lebih cakap dari mereka berdua, serta kitalah yang selalu mendampingi ayah, mengurus segala keperluan rumah tangga. Apakah ibunya lebih dekat di hati ayah berbanding dengan ibu kita? Jika memang itu alasannya, apakah salah kita? Bahwa kita lahir dari ibu yang mendapat tempat kedua di hati ayah atau karena paras Yusuf yang lebih tampan dari wajah kita yang memang sudah demikian diciptakan oleh Tuhan."

إِذْ قَالُوا لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

(Yaitu) ketika mereka berkata: Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.
Surah Yusuf (12:8)

"Dan sebagaimana kamu ketahui bahwa penyebab utama dari keadaan ini ialah adanya Yusuf. Maka jalan satu-satunya untuk mengakhiri keadaan ini adalah dengan melenyapkannya dari tengah-tengah kita. Kita harus membunuh dengan tangan kita sendiri atau membuangnya di suatu tempat di mana terdapat binatang-binatang buas yang akan melahapnya. Bila Yusuf sudah lenyap, ayah pasti akan kembali menyintai kita.

Yahuda, putera keempat dari Nabi Ya'qub berkata:

"Kita semuanya adalah putera-putera Ya'qub pesuruh Allah dan keturunan dari Nabi Ibrahim, pesuruh dan kekasih Allah. Kami semua adalah orang-orang yang beragama. Membunuh adalah sesuatu perbuatan yang dilarang oleh agama, apa lagi yang kita bunuh itu saudara kita sendiri, sekandung, sedarah, sedaging yang tidak berdosa dan tidak pula pernah melakukan hal-hal yang menyakitkan hati. Bahwa ia lebih dicintai dan disayangi oleh ayah, itu adalah suatu yang berada di luar kekuasaannya dan samasekali tidak bisa ditimpakan dosanya kepadanya".

"Maka menurut pendapat saya", kata Yahuda," jalan yang terbaik untuk melenyapkan Yusuf adalah memasukkannya ke dalam sumur yang kering yang terletak di sebuah persimpangan jalan dekat tempat kafilah-kafilah dan para musafir berhenti, beristirahat memberi makan dan minum  binatang-binatang kenderaannya. Dengan cara demikian ada kemungkinan salah seorang dari musafir itu menemukan Yusuf, kemudian mengangkatnya dari dalam sumur dan membawanya jauh-jauh sebagai anak pungut atau sebagai budak yang akan diperjual-belikan. Dengan cara  ini, kita dapat mencapai tujuan tanpa melakukan pembunuhan dan tidak berdosa."

Pendapat Yahuda itu mendapat sambutan baik dan disetujui bulat oleh saudara-saudaranya yang lain dan akan melaksanakannya pada waktu dan kesempatan yang tepat. Pertemuan secara rahasia itu selesai dengan janji  masing-masing saudara yang hadir, akan merahasiakan rencana jahat ini.

*Nabi Yusuf bermimpi*

Pada malam di mana para saudaranya mengadakan pertemuan, Yusuf sedang tidur, tidak mengetahui apa yang di rencanakan atas dirinya.
Malam itu Nabi Yusuf melihat dalam mimpinya seakan-akan sebelas bintang, matahari dan bulan yang berada di langit turun dan sujud di depannya.

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.
Surah Yusuf (12:4)

Setelah terbangun dari tidurnya, ia datang menghampiri ayahnya, menceritakan kepadanya apa yang ia lihat dan alami dalam mimpi.
Tanda gembira segera tampak pada wajah Ya'qub yang berseri-seri ketika mendengar cerita mimpi Yusuf, puteranya. Ia berkata kepada puteranya:

"Wahai anakku! Mimpimu adalah mimpi yang berisi. Mimpimu memberikan tanda yang membenarkan firasatku pada dirimu, bahwa engkau dikaruniai oleh Allah kemuliaan, ilmu dan kenikmatan hidup yang mewah. Mimpimu adalah suatu berita gembira dari Allah kepadamu bahwa hari depanmu adalah hari depan yang cerah penuh kebahagiaan, kebesaran dan kenikmatan yang berlimpah-limpah.

قَالَ يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَىٰ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Ayahnya berkata: Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Surah Yusuf (12:5)

Akan tetapi engkau harus berhati-hati, wahai anakku, jangan engkau ceritakan mimpimu itu kepada saudaramu, yang aku tahu mereka tidak menaruh cinta kasih kepadamu, bahkan mereka mengiri kepadamu karena kedudukkan yang aku berikan kepadamu dan kepada adikmu Benyamin. Mereka selalu berbisik-bisik jika membicarakan halmu dan selalu menyindir-nyindir dalam percakapan mereka tentang kamu berdua.

Aku kawatir", kalau engkau ceritakan kepada mereka kisah mimpimu akan makin meluaplah rasa dengki dan iri-hati mereka terhadapmu dan bahkan tidak mungkin bahwa mereka akan merancang perbuatan jahat terhadapmu yang akan membinasakan kamu.

Dan dalam keadaan demikian syaitan tidak akan tinggal diam, tetapi akan makin mambakar semangat jahat mereka dan mengobarkan rasa dengki dan iri di hati mereka. Maka berhati-hatilah, anakku, jangan sampai cerita mimpimu didengar oleh mereka."

Bersambung

No comments:

Post a Comment

KBIH Masyarakat Madani Bojonegoro Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.