Latest News

Kisah Nabi Yusuf 2

 


Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis.

Surah Yusuf (12:16)
قَالُوا يَا أَبَانَا إِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوسُفَ عِنْدَ مَتَاعِنَا فَأَكَلَهُ الذِّئْبُ ۖ وَمَا أَنْتَ بِمُؤْمِنٍ لَنَا وَلَوْ كُنَّا صَادِقِينَ
Mereka berkata: Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar.

Surah Yusuf (12:17)
Nabi Ya’qub عليه ااسلام memegang pakaian anaknya. Lalu memperhatikan pakaian Nabi Yusuf tersebut, ia melihat pakaian itu masih utuh dan tidak ada tanda-tanda cakaran atau robek.

Serigala apa yang makan Nabi Yusuf as? Apakah ia memakan dari dalam pakaian tanpa merobek pakaiannya? Seandainya Nabi Yusuf عليه ااسلام mengenakan pakaiannya lalu ia dimakan oleh serigala, semestinya pakaian tersebut akan robek. 

Seandainya ia telah melepas bajunya untuk bermain dengan saudara-saudaranya, maka bagimana pakaian tersebut dilumuri dengan darah sementara saat itu tidak menggunakan pakaian?

Berdasarkan bukti-bukti itu, Nabi Ya’qub عليه ااسلام mengetahui bahwa mereka berbohong. Nabi Yusuf عليه ااسلام tidak dimakan oleh serigala. Nabi Ya’qub mengetahui bahwa anak-anaknya berbohong, ia mengungkapkan hal itu dalam perkatannya yang tersebut dalam Al Qur'an :

وَجَاءُوا عَلَىٰ قَمِيصِهِ بِدَمٍ كَذِبٍ ۚ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ

Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya´qub berkata: Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.
Surah Yusuf (12:18)

Nabi Ya'qub yang sudah memperoleh firasat tentang apa yang akan terjadi atas diri Yusuf putera kesayangannya. Dan mengetahui bagaimana sikap kakak-kakaknya terhadap Yusuf adiknya. Tidak dapat berbuat apa-apa selain pasrah kepada takdir Illahi dan seraya menekan rasa sedih, cemas dan marah yang bergelora di dalam dadanya, berkatalah beliau kepada putera-puteranya :

"Kamu telah memperturutkan hawa nafsumu dan mengikuti apa yang direncanakan oleh syaitan kepadamu. Kamu telah melakukan suatu perbuatan yang akan kamu rasakan sendiri akibatnya kelak jika sudah terbuka tabir asapnya dengan pertolongan-Nya.

Demikianlah yang dilakukan Nabi Ya’qub dengan bijaksananya. Ia meminta agar diberi kesabaran dan memohon pertolongan kepada Allah SWT atas apa yang mereka lakukan terhadap putra kesayangannya.

Bersambung

No comments:

Post a Comment

KBIH Masyarakat Madani Bojonegoro Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.