Latest News

Kisah Nabi Yusuf 4

 


*KISAH NABI YUSUF عليه ااسلام*

Bagian 4



*Yusuf tidak bersalah*

وَإِنْ كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ الصَّادِقِينَ

Dan jika baju gamisnya robek di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar.
Surah Yusuf (12:27)

Terjadilah saling tuduh menuduh, di saat demikian datanglah seorang dari keluarga Zulaikah menjadi penengah:

“Kita lihat saja, jika baju Yusuf robek dibagian depan berarti dia hendak memaksa Zulaiha berbuat mesum. Jika bajunya robek di belakang itu pertanda Zulaiha yang memaksa Yusuf berbuat maksiat.“

Al Aziz memeriksa dan ternyata baju Yusuf robek di bagian belakang, betapa malu pembesar kerajaan Mesir itu. Ternyata istrinya sendiri yang telah berbuat salah. Al Aziz menghampiri Yusuf dan berkata:

“Rahasiakanlah peristiwa ini, simpan baik-baik, jangan sampai ada orang yang tahu, dan kamu Zulaiha mohonlah ampun kepada Tuhanmu atas dosa yang telah kamu lakukan, bertaubatlah Kepada-Nya dengan Taubat yang sebenarnya.”



*Para Wanita Terpesona Dengan Nabi Yusuf عليه ااسلام*

Walau sudah diusahakan agar peristiwa Zulaiha dengan anak angkatnya itu tidak bocor, tapi akhirnya terdengar juga oleh tetangga kanan kiri. Para wanita baik tua maupun muda bisik-bisik mempergunjingkannya. Zulaiha merasa malu, dalam hati ia berkata:

“Mereka belum pernah melihat Yusuf, karena selama ini Yusuf selalu berada di dalam rumah. Coba andaikata mereka sudah melihatnya, pasti lebih tergila-gila dari pada aku.“

Pada suatu hari Zulaiha mengundang para wanita yang telah mempergunjingkannya, setiap wanita yang datang diberi buah-buahan dan sebilah pisau yang tajam untuk mengupas buah-buahan yang dihidangkan itu. Di saat para wanita itu asyik mengupas buah dengan pisau ditangannya, Zulaiha memerintahkan pelayan untuk memanggil Yusuf agar berjalan diruang tamu.

Semua wanita terbelalak kagum ketika melihat penampilan Yusuf yang ganteng dan tampan itu. Semua tercengang dan sejenak lupa diri.

“Inilah pemuda yang kalian gunjingkan, ternyata kalian juga mengagumi kegantengannya, sehingga tanpa sadar kalian telah mengupas kulit tangan kalian sendiri,“ kata Zulaiha.

Yusuf segera masuk ke dalam, pada saat itulah para wanita tadi baru tersadar bahwa yang mereka kupas bukan buah yang dipegangnya tapi tangan mereka sendiri, darah bercucuran, suasana jadi panik, dengan tersipu malu mereka segera kembali pulang ke rumah masing-masing.

Namun kabar tentang Zulaiha dan Yusuf masih terus merebak ke seluruh penjuru. Para wanita masih mempergunjingkannya. Untuk menutupi rasa malunya maka akhirnya Al Aziz memasukkan Yusuf ke dalam penjara. Hal ini dilakukan secara terpaksa bahwa walaupun Yusuf benar dan Zulaiha salah namun Yusuf yang masuk penjara.

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Yusuf berkata: Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.
Surah Yusuf (12:33)

فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Surah Yusuf (12:34)



*Nabi Yusuf Dipenjara*

Di dalam penjara ada dua orang pelayan raja, yang pertama bernama Nabo kepala bagian minuman. Kedua bernama Malhab kepala bagian makanan kue-kue. Keduanya dituduh hendak membunuh Raja dengan menaruh racun dalam makanan dan minuman. Di dalam penjara Yusuf mengajak kedua orang itu untuk bertaubat, beribadah kepada Allah saja.

Pada suatu hari Nabo menceritakan mimpinya kepada Yusuf:


“Aku bermimpi memeras anggur yang akan kujadikan khamar.“

Nabo minta Yusuf mengartikan mimpi itu, dengan tenang dan yakin Yusuf menerangkan arti mimpi Nabo:

“Bergembiralah kau Nabo. Sebentar lagi kau akan dibebaskan dari penjara, kau akan diterima lagi sebagai kepala bagian minuman Raja karena tuduhan terhadapmu tidak terbukti.“

Malhab menceritakan mimpinya dan meminta Yusuf mengartikannya:

“Aku telah bermimpi membawa kue di atas kepalaku, ketika itulah seekor burung datang memakan kue itu.“  Sayang sekali Malhab, kata Yusuf,

“Kau akan mengalami nasib buruk, tuduhan terhadapmu terbukti: Raja akan menghukum kau sampai mati di tiang salib. Mayatmu akan dimakan burung buas mulai dari kepalamu.”

Beberapa hari kemudian tafsir mimpi itu terbukti kebenarannya, Nabo dibebaskan dari tuduhan dan diperbolehkan bekerja di istana lagi, sedang Malhab dihukum mati karena terbukti kesalahannya hendak meracuni Raja.

Sebelum keluar dari penjara, Yusuf telah berpesan kepada Nabo agar menyampaikan keadaannya di dalam penjara. Ia ingin agar raja mau meninjau kembali keputusannya karena sesungguhnya ia tidak bersalah. Justru Zulaihalah yang bersalah.

Namun setan membuat Nabo jadi lupa, sehingga Yusuf tetap berada di dalam penjara selama beberapa tahun lagi.


Bersambung

No comments:

Post a Comment

KBIH Masyarakat Madani Bojonegoro Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.