Kajian wag harian 25 Ramadhan 1447H
*'IDUL FITRI 1* (14-03-'26)
*وَٱلصُّلۡحُ خَیۡرࣱۗ وَأُحۡضِرَتِ ٱلۡأَنفُسُ ٱلشُّحَّۚ*
An Nisa', 4:128.
dan *perdamaian* itu lebih baik (bagi mereka, suami istri) walaupun *manusia* itu menurut tabiatnya (*fitrahnya*) kikir.
Kata orang bijak :
*'Idul Fitri* bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan garis *start* untuk menjadi pribadi yang *lebih baik* di bulan² berikutnya.
(*Eid al-Fitr marks not the finish line of our journey, but a fresh start to strive for a better self in the months ahead*.
*عِيدُ الفِطْرِ لَيْسَ نِهَايَةَ المُجَاهَدَةِ، بَلْ هُوَ خَطُّ البِدَايَةِ لِنَكُونَ أَشْخَاصًا أَفْضَلَ فِي الشُّهُورِ القَادِمَةِ*).
① Kemenangan sejati di *'idul Fitri* ini adalah ketika hati kita berhasil *menaklukkan* ego dan menggantinya dengan *kerendahan* hati.
② *'Idul Fitri* (kembali ke fitrah) berarti berani melepaskan *benci* dan membiarkan *kasih sayang* tumbuh kembali tanpa syarat.
③ Kesucian hati saat *'idul Fitri* tidak didapat dengan *pakaian baru*, melainkan dengan membasuh *jiwa* melalui tulusnya kata maaf.
④ Maaf yang paling tulus saat *'idul Fitri* adalah yang diucapkan tanpa *menunggu* diminta, dan diterima tanpa *menyisakan* dendam.
⑤ Jarak mungkin memisahkan raga di hari *'idul Fitri*, namun *doa* selalu punya cara untuk *memeluk* jiwa dari kejauhan.
⑥ *'Idul Fitri* adalah jembatan untuk menyambung kembali *silaturahim* yang sempat renggang dan *mempererat* yang sudah ada.
⑦dari ibnu Umar r.a :
*عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي فِي الْأَضْحَى وَالْفِطْرِ ثُمَّ يَخْطُبُ بَعْدَ الصَّلَاةِ*.
dari 'Abdullah bin 'Umar bahwa *Rasulullahﷺ* melaksanakan *shalat* 'Idul Adlha dan *'Idul Fitri* kemudian *berkhutbah* setelah shalat. HR Bukhari. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment