Kajian wag harian 20 Ramadhan 1447H
*ITIKAF 2* (09-03-'26).
*وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ*.
Al-Baqarah 2:187
Tetapi jangan kamu *campuri* mereka (istri²), ketika kamu sedang *beriktikaf* dalam masjid.
Kata orang bijak :
Dalam heningnya *iktikaf*, kita berhenti bicara kepada dunia agar bisa *mendengar* bisikan *nurani* yang selama ini tertutup kebisingan.
(*In the silence of i'tikaf, we stop speaking to the world so that we may hear the whispers of the soul that have been muffled by the noise*.
*فَي صَمْتِ الِاعْتِكَافِ، نَتَوَقَّفُ عَنِ الْحَدِيثِ إِلَى الْعَالَمِ لِنَتَمَكَّنَ مِنْ سَمَاعِ هَمَسَاتِ الضَّمِيرِ الَّتِي حَجَبَتْهَا الضَّوْضَاءُ طَوِيلًا*).
① Saat engkau *beriktikaf*, engkau sedang membangun *benteng* dari serangan *kepalsuan* dunia yang seringkali melalaikan.
② Lailatul Qadar mungkin *tersembunyi*, namun ia paling mudah *ditemukan* oleh hati yang sedang bersimpuh dalam *i'tikaf* yang tulus.
③ *I'tikaf* adalah jeda strategis; berhenti sejenak dari *mengejar* hidup demi *memahami* untuk apa kita hidup.
④ Melepaskan *ketergantungan* pada gadget dan koneksi manusia saat *iktikaf* adalah cara terbaik untuk tersambung dengan *sinyal* langit.
⑤ Kesungguhan dalam *i'tikaf* tidak diukur dari berapa lama kita *terjaga*, tapi dari seberapa banyak perubahan *hati* setelah kita keluar dari masjid.
⑥ *I'tikaf* adalah bukti cinta; bahwa di antara gemerlap *malam*, kita memilih untuk tetap bersujud dan *merayu* Pemilik Semesta.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ سَأَلَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ بِالْجِعْرَانَةِ بَعْدَ أَنْ رَجَعَ مِنْ الطَّائِفِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي نَذَرْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ أَعْتَكِفَ يَوْمًا فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ فَكَيْفَ تَرَى قَالَ اذْهَبْ فَاعْتَكِفْ يَوْمًا*.
bahwa Umar bin Khattab pernah bertanya kepada *Rasulullahﷺ* ketika berada di Ji'ranah, sekembalinya dari *Tha`if* dia berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ketika masih *Jahiliyyah* aku pernah *bernadzar* untuk *beri'tikaf* sehari di Masjidil Haram, bagaimana pendapatmu?" beliau bersabda: *Pergilah* dan beri'tikaflah sehari. HR Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment