Kajian wag harian 17 Syawal 1447H
*AWAN 1* (05-04-'26)
*أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللهَ یُزۡجِی سَحَابࣰا ثُمَّ یُؤَلِّفُ بَیۡنَهُۥ ثُمَّ یَجۡعَلُهُۥ رُكَامࣰا فَتَرَى ٱلۡوَدۡقَ یَخۡرُجُ مِنۡ خِلَـٰلِهِ*.
An Nur, 24:43
Tidakkah engkau melihat bahwa *Allah* menjadikan *awan* bergerak perlahan, kemudian *mengumpulkannya*, lalu Dia menjadikannya ber-tumpuk², lalu engkau lihat *hujan* keluar dari celah²-nya.
Kata orang bijak :
Pikiran kita adalah *langit*, dan emosi adalah *awan* yang melintas. Langit akan selalu tetap *ada*, apa pun jenis awan yang lewat.
(*Our mind is the sky, and emotions are the passing clouds. The sky always remains, no matter what kind of clouds pass by*.
*عَقْلُنَا هُوَ السَّمَاءُ، وَالْمَشَاعِرُ هِيَ السُّحُبُ الْعَابِرَةُ. السَّمَاءُ تَبْقَى دَائِمًا، مَهْمَا كَانَ نَوْعُ السُّحُبِ الَّتِي تَمُرُّ بِهَا*).
① Jadilah seperti *awan*; meski tertiup angin ke sana kemari, ia *tetap* memberi *peneduh* bagi bumi di bawahnya.
② Jangan takut dengan *awan* gelap, karena hanya dari sanalah *hujan* yang menghidupkan *bunga²* akan turun.
③ Kadang kita perlu menjadi seperti *awan*: mengalir mengikuti *takdir*, namun tetap *anggun* dalam setiap perubahan.
④ Hidup itu seperti *awan*; ia terus berubah bentuk, namun *keindahannya* tidak pernah hilang bagi *mereka* yang mau melihat.
⑤ Keberhasilan bukanlah tentang seberapa *tinggi* kamu terbang, tapi seberapa *tenang* kamu berada di atas *awan* badai.
⑥ *Awan* tidak pernah merasa berat *membawa* hujan, karena ia tahu bahwa melepaskan adalah cara untuk *memulai* kembali.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*يَا عَائِشَةُ مَا يُؤْمِنِّي أَنْ يَكُونَ فِيهِ عَذَابٌ عُذِّبَ قَوْمٌ بِالرِّيحِ وَقَدْ رَأَى قَوْمٌ الْعَذَابَ فَقَالُوا {هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا}*.
"Wahai Aisyah, apa yang bisa *menjamin* bagiku bahwa di dalam (*awan*) itu tidak ada azab? Suatu kaum telah diazab dengan *angin*, dan suatu kaum telah melihat *azab* itu lalu mereka berkata: 'Ini adalah awan yang akan menurunkan *hujan* kepada kami.
HR.Bukhari, Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment