Kajian wag harian 25 Dzulqodah 1447H
*JUMROH 1* (13-05-'26)
*وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ*.
Al-Baqarah 2:203
*Berzikirlah* kepada Allah pada *hari* yang telah *ditentukan*..(Tafsir:inti dari setiap gerakan haji, berjalan, menyembelih, lempar *jumroh*, adalah *dzikrullah*).
Kata orang bijak :
Melempar *Jumroh* adalah pengingat bahwa *musuh* terbesar manusia bukanlah orang lain, melainkan *bisikan nafsu* yang ada di dalam dadanya sendiri.
(*Throwing the Jamarat is a reminder that the greatest enemy of mankind is not others, but the whispers of desire within one’s own heart*.
*رَمْيُ الْجَمَرَاتِ هُوَ تَذْكِيْرٌ بِأَنَّ أَكْبَرَ عَدُوٍّ لِلْإِنْسَانِ لَيْسَ الْآخَرِيْنَ، بَلْ هُوَ وَسْوَاسُ النَّفْسِ الَّذِيْ فِيْ صَدْرِهِ*).
① Menghujamkan batu pada *Jumroh* bukan sekadar ritual, melainkan simbol *tekad* untuk meruntuhkan *kesombongan* yang bertahta di hati.
② Setiap kerikil yang kita lempar ke *Jumroh* adalah janji diri untuk *meninggalkan* kebiasaan buruk yang selama ini *membelenggu* jiwa.
③ Jangan hanya melempar *Jumroh* di Tanah Suci, tapi lemparlah juga *keraguanmu* agar keyakinanmu *kepada-Nya* semakin kokoh.
④ Perjalanan menuju *Jumroh* mengajarkan kita bahwa membuang *sifat buruk* butuh persiapan, kesabaran, dan *perjuangan* yang nyata.
⑤ Sebagaimana *Jumroh* melambangkan pengusiran setan, biarlah setiap *langkah* kita hari ini menjadi cara untuk *mengusir* niat jahat dari pikiran.
⑥ *Hidup* ini ibarat rangkaian ibadah haji; ada saatnya kita harus *berdiam* diri dalam doa, dan ada saatnya kita harus tegas melempar *Jumroh* pada kemungkaran.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*إِنَّمَا جُعِلَ الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ، وَبَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ، وَرَمْيُ الْجِمَارِ، لِإِقَامَةِ ذِكْرِ اللهِ*.
Sesungguhnya *syariat* Thawaf di Ka'bah, Sa'i antara Shafa dan Marwah, serta melempar *Jumrah*, tidak lain adalah untuk menegakkan *dzikir* (mengingat) Allah. (HR. Abu Dawud & Tirmidzi. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment