Kajian wag harian 2 Dzulhijjah 1447H
*MABRUR 1* (19-05-'26)
*إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ*.
Al-Infitar, 82:13
Sesungguhnya orang² yang berbakti (Al-Abrar) benar³ berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.
Kata orang bijak :
Bukan *Ka'bah* yang rindu pada kemegahan fisikmu, melainkan *Allah* yang melihat ketulusan *hatimu* untuk meraih predikat haji *mabrur* (seakar kata al-abror).
(*It is not the Kaaba that longs for your physical grandeur, but rather Allah Who looks at the sincerity of your heart to attain the status of Hajj Mabrur*.
*لَيْسَتِ الْكَعْبَةُ هِيَ الَّتِي تَشْتَاقُ إِلَى عَظَمَتِكَ الْجَسَدِيَّةِ، وَإِنَّمَا اللهُ هُوَ الَّذِي يَنْظُرُ إِلَى إِخْلَاصِ قَلْبِكَ لِتَنَالَ مَرْتَبَةَ الْحَجِّ الْمَبْرُورِ*).
① Gelar haji *mabrur* tidak tertulis di depan nama seseorang, melainkan *terpancar* nyata melalui akhlak, tutur kata, dan *kepeduliannya* terhadap sesama.
② Esensi dari haji *mabrur* adalah kepulangan yang membawa *kedamaian*, di mana ego telah ditinggalkan di Jabal Rahmah dan *kasih sayang* dibawa pulang ke rumah.
③ Menjadi haji *mabrur* berarti mengubah arah hidup; jika sebelum berangkat kita *mengejar* dunia, maka setelah pulang, *akhiratlah* yang menjadi poros utama.
④ *Kemabruran* haji tidak dibeli dengan harta yang melimpah, melainkan ditebus dengan *keikhlasan* niat, tetesan air mata pertobatan, dan *kesabaran* dalam setiap prosesnya.
⑤ Tanda utama dari haji *mabrur* adalah runtuhnya kesombongan; ia merasa *sama* rendahnya dengan *hamba* Allah yang lain di hadapan Sang Pencipta.
⑥ Haji *mabrur* adalah sebuah proses seumur hidup, di mana setiap hari setelah *kepulangan* adalah perjuangan untuk mempertahankan *kemurnian* ibadah di Tanah Suci.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ*
Haji yang *mabrur* tidak ada *balasan* baginya kecuali *surga*. HR. Bukhari, Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment