Kajian wag harian 18 Dzulqodah 1447H
*TAHALLUL 1* (05-05- '26)
*وَلَا تَحۡلِقُوا۟ رُءُوسَكُمۡ حَتَّىٰ یَبۡلُغَ ٱلۡهَدۡیُ مَحِلَّهُۥۚ*
Al Baqarah, 2:196
Dan jangan kamu mencukur kepala kamu (*tahallul*), sebelum *hadyu* sampai di tempat *penyembelihannya*.
Kata orang bijak :
*Tahallul* bukan sekadar memotong rambut, melainkan simbol *memotong* ego dan kesombongan yang selama ini kita *pelihara*.
(*Tahallul is not merely about cutting one's hair; it is a symbol of cutting away the ego and vanity that we have nurtured for so long*.
*التَّحَلُّلُ لَيْسَ مُجَرَّدَ قَصِّ الشَّعْرِ، بَلْ هُوَ رَمْزٌ لِقَصِّ الأَنَانِيَّةِ وَالكِبْرِيَاءِ اللَّذَيْنِ غَذَّيْنَاهُمَا طَوَالَ هَذَا الوَقْتِ*).
① Sebagaimana helai rambut yang jatuh saat *tahallul*, semoga gugur pula *dosa²* yang selama ini *membebani* pundak kita.
② *Tahallul* mengajarkan kita bahwa setiap *perjuangan* suci memiliki titik akhir yang melegakan, di mana *larangan* berubah menjadi keberkahan.
③ Ibadah dimulai dengan niat yang terikat (*ihram*) dan diakhiri dengan pembebasan (*tahallul*); begitulah hidup, ada masa *berjuang* dan ada masa menuai ketenangan.
④ Hidup adalah rangkaian "ihram" dan *tahallul*, ada saatnya kita harus *membatasi* diri dengan aturan, dan ada saatnya kita *merayakan* kebebasan dengan syukur.
⑤ Seseorang belum benar² mencapai *tahallul* dalam hidup jika *hatinya* masih terbelenggu oleh rasa *benci* dan dendam pada sesama.
⑥ *Tahallul* adalah pengingat bahwa keindahan sejati manusia bukan terletak pada *mahkota* rambutnya, melainkan pada *kerendahan* hatinya di hadapan Tuhan.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*إِنِّي لَبَدْتُ رَأْسِي، وَقَلَّدْتُ هَدْيِي، فَلا أَحِلُّ حَتَّى أَنْحَرَ*.
Sesungguhnya aku telah melumas *rambutku* dengan sesuatu (agar tidak kusut) dan telah memberi *tanda* pada hewan kurbanku, maka aku tidak boleh *tahallul* sampai aku menyembelih kurban. HR Bukhari, Muslim.(zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment