Kajian wag harian 22 Dzulqodah 1447H
*WUQUF 1* (09-05-'26)
*فَإِذَاۤ أَفَضۡتُم مِّنۡ عَرَفَـٰتࣲ فَٱذۡكُرُوا۟ ٱللهَ عِندَ ٱلۡمَشۡعَرِ ٱلۡحَرَامِۖ*.
Al-Baqarah, 2:198
Maka apabila *kamu* bertolak dari Arafah (setelah *wuquf*), berzikirlah kepada *Allah* di Masy`arilharām.
Kata orang bijak :
*Wuquf* di Arafah bukan sekadar *rukun* haji, melainkan momen puncak *kejujuran* antara hamba dan Sang Pencipta.
(*Wuquf in Arafah is not merely a pillar of Hajj, but rather the ultimate moment of honesty between a servant and the Creator*.
*الوُقُوْفُ بِعَرَفَةَ لَيْسَ مُجَرَّدَ رُكْنٍ مِنْ أَرْكَانِ الحَجِّ، بَلْ هُوَ ذِرْوَةُ الصِّدْقِ بَيْنَ العَبْدِ وَالخَالِقِ*).
① Arafah berarti *mengenal*. Maka *wuquf* tanpa perenungan diri adalah *perjalanan* tanpa pemaknaan.
② Sejatinya *wuquf* adalah cermin kecil dari Padang *Mahsyar*, mengingatkan kita akan hari di mana tak ada *pembela* selain kasih sayang-Nya.
③ Jangan biarkan *wuqufmu* hanya menjadi *diam* secara fisik, tapi jadikan ia momentum bagi *batinmu* untuk bergerak menuju pertobatan.
④ *Wuquf* adalah saat di mana doa-doa langit bertemu dengan *air mata* bumi dalam satu titik *kepasrahan*.
⑤ Hidup ini butuh *wuquf²* kecil, momen di mana kita *berhenti* berlari demi mengejar ambisi dan mulai *merenungi* esensi diri.
⑥ Puncak dari *wuquf* adalah mengenal diri sendiri; karena siapa yang *mengenal* dirinya, niscaya ia akan mengenal *Tuhannya*.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*نَحَرْتُ هَا هُنَا وَمِنَى كُلُّهَا مَنْحَرٌ فَانْحَرُوا فِي رِحَالِكُمْ وَوَقَفْتُ هَا هُنَا وَعَرَفَةُ كُلُّهَا مَوْقِفٌ*.
Aku *menyembelih* (hewan kurban) di sini, dan seluruh *Mina* adalah tempat menyembelih, maka sembelihlah di *tempat* kalian masing-masing. Dan aku *wuquf* di sini, dan seluruh *Arafah* adalah tempat wuquf. HR Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment