Kajian wag harian 28 Dzulhijjah 1447H
*AYAH 1* (14-06-'26)
*لَا تُضَاۤرَّ وَ ٰلِدَةُۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوۡلُودࣱ لَّهُۥ بِوَلَدِهِ*.
Al-Baqarah, 2:233
Janganlah seorang *ibu* menderita karena *anaknya* dan jangan pula seorang *ayah* (menderita) karena anaknya.
Kata orang bijak :
*Ayah* adalah pilar tak terlihat yang *menjaga* atap rumah tetap tegak, bahkan ketika *badai* kehidupan menerpa.
(*A father is the invisible pillar that keeps the roof of the house standing upright, even when the storms of life strike*.
*الأَبُ هُوَ العَمُودُ الخَفِيُّ الَّذِي يُبْقِي سَقْفَ البَيْتِ قَائِمًا، حَتَّى عِنْدَمَا تَضْرِبُ عَوَاصِفُ الحَيَاةِ*).
① Seorang *ayah* jarang mengekspresikan *cintanya* lewat kata², namun ia menunjukkannya setiap hari melalui *tetesan* keringatnya.
② Cinta seorang *ayah* itu seperti gunung; tinggi, kokoh, dan memberikan *rasa* aman meski ia cenderung *diam* membisu.
③ Di balik pundak *ayah* yang mulai membungkuk, ada *masa depan* anak²-nya yang ia *angkat* se-tinggi²-nya.
④ Seorang *ayah* tak hanya menuntun kita, tetapi ia *juga* menjadi *sandaran* terbaik saat kita terjatuh.
⑤ Genggaman tangan seorang *ayah* mungkin terasa kasar karena kerja keras, namun *sentuhannya* selalu mampu *menenangkan* jiwa yang rapuh.
⑥ *Ayah* adalah sosok yang rela memangkas semua *impian* pribadinya, demi melihat impian *anak²-nya* menjadi nyata.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ*.
*Ayah* adalah pintu *surga* yang paling tengah. Jika engkau *mau*, sia-siakanlah pintu itu atau *jagalah*. HR Tirmidzi, Ibnu Majah. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment