Kajian wag harian 3 Shofar 1448H
*DURHAKA 2* (17-07- '26)
*وَتِلۡكَ عَادٞۖ جَحَدُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ وَعَصَوۡاْ رُسُلَهُۥ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٖ*.
Hud: 11:59
Dan itulah (kisah) *kaum 'Ad* yang mengingkari tanda² (kekuasaan) Tuhan. Mereka *mendurhakai* rasul²-Nya dan *menuruti* perintah semua penguasa yang *se-wenang²* lagi durhaka.
Kata orang bijak :
Jangan pernah *menukar* surga yang ada di bawah telapak *kaki* ibu dengan keangkuhan sesaat yang berujung pada *kedurhakaan*.
(*Never trade the paradise that lies beneath your mother's feet for a moment of arrogance that leads to disobedience*.
*لَا تُبَدِّلْ أَبَدًا الْجَنَّةَ الَّتِي تَحْتَ أَقْدَامِ الْأُمَّهَاتِ بِكِبْرِيَاءٍ لَحْظِيٍّ يَؤُودُ إِلَى الْعُقُوقِ*).
① Suara yang meninggi di hadapan *orang tua* adalah awal dari *durhaka*, runtuhnya wibawa dan *keberkahan* seorang anak.
② Menolak nasehat baik demi menuruti hawa *nafsu* adalah bentuk *kedurhakaan* kita terhadap kebenaran yang ada di dalam *hati nurani*.
③ Kasih *sayang* orang tua itu sepanjang masa, maka *durhakalah* jika bakti kita kepada mereka hanya *sesekali* saja.
④ Jangan sampai kesibukan *mengejar* dunia membuatmu *durhaka* pada waktu, hingga lupa meluangkan momen berharga bersama *orang tua*.
⑤ Se-lembut²-nya teguran orang tua, ia lahir dari *cinta*; se-kasar²-nya *penolakan* anak, ia bisa menjadi awal jalan *durhaka*.
⑥ Hati yang dipenuhi rasa *syukur* tidak akan pernah memiliki ruang untuk *durhaka*, baik kepada Sang *Pencipta* maupun sesama manusia.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ، وَمَنْعًا وَهَاتِ، وَوَأْدَ الْبَنَاتِ*.
Sesungguhnya *Allah* mengharamkan atas kamu sekalian *durhaka* kepada ibu-ibu kalian, *menolak* kewajiban dan *menuntut* yang bukan haknya, serta *mengubur* hidup² anak perempuan. HR Bukhari. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber Wag ust H Zainuddin
No comments:
Post a Comment