Kajian wag harian 25 Muharrom 1448H
*HAKIM 1* (10-07-'26)
*وَلَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٰلَكُم بَيۡنَكُم بِٱلۡبَٰطِلِ وَتُدۡلُواْ بِهَآ إِلَى ٱلۡحُكَّامِ لِتَأۡكُلُواْ فَرِيقٗا مِّنۡ أَمۡوَٰلِ ٱلنَّاسِ بِٱلۡإِثۡمِ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ*.
Al-Baqarah, 2:188
Dan janganlah kamu *makan* harta di antara kamu dengan jalan yang *batil* dan (janganlah) kamu *menyuap* dengan harta itu kepada para *hakim*, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian *harta* orang lain itu dengan jalan *dosa*, padahal kamu mengetahui.
Kata orang bijak :
Hati nurani adalah *hakim* batin yang tidak bisa disuap oleh *kekayaan* maupun dijinakkan oleh *kekuasaan*.
(*Conscience is an inner judge that cannot be bribed by wealth nor tamed by power*.
*اَلضَّمِيرُ هُوَ قَاضٍ دَاخِلِيٌّ لَا يُمْكِنُ رِشْوَتُهُ بِالثَّرْوَةِ وَلَا تَرْوِيضُهُ بِالسُّلْطَةِ*).
① *Hakim* terbaik atas masa lalumu adalah *dirimu* yang hari ini telah *belajar* dan tumbuh dari kesalahan.
② Jangan ter-buru² menjadi *hakim* bagi hidup orang lain, karena kita tidak pernah *tahu* seberapa berat *badai* yang telah mereka lalui.
③ Waktu adalah *hakim* yang paling adil; ia akan *mengungkap* kebenaran yang tersembunyi dan *menyembuhkan* luka yang paling dalam.
④ Sebelum mengarahkan telunjuk dan bertindak sebagai *hakim* atas kekurangan orang lain, *cermin* adalah tempat pertama yang harus kita *pandang*.
⑤ Keadilan sejati tidak hanya lahir dari palu seorang *hakim* di pengadilan, melainkan dari *ketulusan* hati yang *memanusiakan* manusia.
⑥ Jadilah *hakim* yang tegas bagi dirimu sendiri, namun jadilah *sahabat* yang penuh *pengampunan* bagi sesamamu.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*إِذَا حَكَمَ الْحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ، وَإِذَا حَكَمَ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ*.
Terjemahan: Jika seorang *hakim* menghukumi suatu perkara lalu ia *berijtihad* kemudian benarlah ia, maka ia mendapatkan *dua pahala*. Dan jika ia menghukumi suatu perkara lalu berijtihad kemudian *salah* (keliru) lah ia, maka ia mendapatkan *satu pahala*. HR. Bukhari, Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber Wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment