Latest News

Halal 2

 


Kajian wag harian 18 Muharrom 1448H


*HALAL 2* (03-07-'26)


*فَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللهُ حَلَٰلٗا طَيِّبٗا وَٱشۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللهِ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ*.

An-Nahl: 16:114

Maka makanlah yang *halal* lagi baik dari rezeki yang telah diberikan *Allah* kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya *menyembah* kepada-Nya.


Kata orang bijak :

*Keberkahan* hidup tidak diukur dari seberapa banyak *penghasilan* kita, melainkan dari seberapa *halal* sumbernya.

(*The true blessing in life is measured not by the abundance of our income, but by the purity of its source*.

*​بَرَكَةُ الْحَيَاةِ لَا تُقَاسُ بِكِثْرَةِ الدَّخْلِ، بَلْ بِحِلِّ مَصْدَرِهِ*).


① Genggaman tangan yang paling *menenangkan* adalah genggaman dari seseorang yang telah *halal* menjadi *pendamping* hidupmu.


② ​​Makanan yang *halal* dan baik (thayyib) bukan hanya *menyehatkan* fisik, tetapi juga melembutkan hati dan *menerangkan* pikiran.


③​ *Prinsip* hidup seorang beriman itu sederhana: jika tidak *halal*, maka tidak perlu diinginkan, apalagi *diperebutkan*.


④ ​Jangan pernah menukar prinsip *halal* hanya demi *gengsi* duniawi yang sifatnya *sementara*.


⑤ ​Kejujuran dalam *berniaga* demi mencari keuntungan yang *halal* adalah cerminan dari *kemuliaan* akhlak seseorang.


⑥ ​Mencari yang *halal* di zaman sekarang mungkin terasa *berat*, namun di situlah letak mahalnya *nilai* sebuah keimanan.


⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :

*مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ*.

​Tidak ada seorang pun yang *memakan* makanan yang lebih baik (*halal*) daripada makanan dari *hasil* usahanya sendiri. HR. Bukhari. (zainuddin as).


Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah 

Sumber wag ust H Zainuddin 

No comments:

Post a Comment

KBIH Masyarakat Madani Bojonegoro Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.