Kajian wag harian 21 Muharrom 1448H
*MENERTAWAKAN 1* (06-07-'26)
*إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْ كَانُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يَضۡحَكُونَ*.
Al-Muthaffifin, 83:29
Sesungguhnya orang² yang *berdosa*, adalah mereka yang dahulu *menertawakan* orang² yang *beriman*.
Kata orang bijak :
*Menertawakan* kesalahan orang lain hanya menunjukkan *kedangkalan* jiwa, sementara membimbingnya adalah tanda *kematangan* rasa.
(*Laughing at others' mistakes only shows a shallowness of soul, while guiding them is a sign of emotional maturity*.
*اَلسُّخْرِيَّةُ مِنْ أَخْطَاءِ الْآخَرِينَ لَا تَدُلُّ إِلَّا عَلَى ضَحَالَةِ الرُّوحِ، بَيْنَمَا تَوْجِيهُهُمْ هُوَ عَلَامَةٌ عَلَى نُضْجِ الشُّعُورِ*).
① Orang bijak tidak akan *menertawakan* mimpi orang lain, karena dia tahu bahwa *sejarah* dunia diubah oleh hal-hal yang awalnya *dianggap* mustahil.
② Jangan pernah *menertawakan* air mata mereka yang sedang jatuh; dunia *berputar*, dan esok bisa jadi giliranmu yang *membutuhkan* sandaran.
③ *Kualitas* sejati seseorang terlihat dari bagaimana ia *memperlakukan* sesama, bukan dari seberapa sering ia *menertawakan* kelemahan mereka.
④ Kemampuan untuk *menertawakan* kebodohan diri sendiri adalah *tanda* tertinggi dari *kerendahan* hati.
⑤ Jangan biarkan dunia *menertawakan* kegagalanmu; buatlah dia *terpukau* melihat bagaimana kamu *bangkit* dari kejatuhan.
⑥ Ketika *badai* hidup datang, mereka yang mampu *menertawakan* ketakutannya akan menemukan *kekuatan* baru untuk terus melangkah.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ*.
Celakalah bagi orang yang *berbicara* lalu berdusta untuk *menertawakan* orang² (membuat kaum tertawa) dengan *ceritanya* itu, celakalah baginya, *celakalah* baginya. HR.Abu Dawud, Tirmidzi. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber Wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment