Kajian wag harian 17 Robi'ul Akhir 1448H
*MENDENGAR 1* (28-09-'26)
*وَمَثَلُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ كَمَثَلِ ٱلَّذِي يَنۡعِقُ بِمَا لَا يَسۡمَعُ إِلَّا دُعَآءٗ وَنِدَآءٗۚ صُمُّۢ بُكۡمٌ عُمۡيٞ فَهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ*.
Al-Baqarah, 2:171.
Dan perumpamaan bagi (*penyeru*) orang yang *kafir* adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (*binatang*) yang tidak mendengar selain *panggilan* dan teriakan. (Mereka) *tuli, bisu dan buta*, maka mereka tidak mengerti.
Kata orang bijak :
*Mendengar* adalah seni *memahami*, bukan sekadar proses *menangkap* suara.
(*Listening is the art of understanding, not merely the process of catching sound*.
*اَلِاسْتِمَاعُ هُوَ فَنُّ الْفَهْمِ، وَلَيْسَ مُجَرَّدَ عَمَلِيَّةِ الْتِقَاطِ الصَّوْتِ*).
① Orang yang bijak lebih banyak *mendengar* daripada berbicara, karena ia tahu *lidah* bisa terpeleset namun *telinga* selalu belajar.
② Terkadang, orang lain tidak *membutuhkan* nasihatmu, mereka hanya butuh *seseorang* yang tulus mau *mendengar*.
③ Belajarlah *mendengar* dengan *empati*, bukan hanya mendengar untuk *menyiapkan* jawaban balik.
④ *Mendengar* suara *hati* sendiri adalah langkah awal menuju *kedamaian* jiwa.
⑤ *Hubungan* yang kuat tidak dibangun dari seberapa *pandai* kita berbicara, tetapi seberapa sabar kita saling *mendengar*.
⑥ Dalam *keheningan*, kita belajar *mendengar* hal-hal penting yang sering kali *terabaikan* oleh riuhnya dunia.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*عَلَيْكَ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِي عُسْرِكَ وَيُسْرِكَ وَمَنْشَطِكَ وَمَكْرَهِكَ وَأَثَرَةٍ عَلَيْكَ*.
Artinya: *Wajib* bagimu untuk *mendengar* dan taat (kepada pemimpin) baik dalam keadaan *susah* maupun senang, saat engkau *bersemangat* maupun saat engkau benci dan biarpun *merugikan* kepentinganmu. HR Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber Wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment