Kajian wag harian 8 Jumadil Awwal 1448H
*DUA ARAH 2* (19-10-'26)
*وَیَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَیۡثُ لَا یَحۡتَسِبُۚ وَمَن یَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ*.
At Thalaq, 65:3
Dan Dia memberinya (orang *bertaqwa*) rezeki dari *arah* yang tidak di-sangka²-nya. Dan barangsiapa *bertawakal* kepada Allah, niscaya Allah akan *mencukupkan* (keperluan)nya.
Kata orang bijak :
Memahami orang lain adalah proses *dua arah*; semakin kita membuka hati untuk *mendengarkan*, semakin mudah orang lain *memahami* diri kita.
(*Understanding others is a mutual journey; the more we open our hearts to listen, the more easily others will understand us*.
*فَهْمُ الْآخَرِينَ عَمَلِيَّةٌ ذَاتُ اتِّجَاهَيْنِ؛ فَكُلَّمَا فَتَحْنَا قُلُوبَنَا لِلِاسْتِمَاعِ، سَهُلَ عَلَى الْآخَرِينَ فَهْمُنَا*).
① Kepemimpinan yang efektif bukan tentang memberi *perintah* satu arah, melainkan membangun dialog *dua arah* yang menumbuhkan *kepercayaan*.
② Kehidupan memberi kita pelajaran dari *dua arah*: lewat keberhasilan yang *mengajarkan* rasa syukur, dan lewat kegagalan yang mengajarkan *kerendahan* hati.
③ Kebaikan yang dilandasi ketulusan senantiasa berdampak *dua arah*; ia melembutkan hati sang *penerima* sekaligus membahagiakan jiwa sang *pemberi*.
④ Jalan keluar dari setiap *perselisihan* selalu membutuhkan usaha *dua arah* untuk saling *mendekat*, bukan saling menjauh.
⑤ Keharmonisan dalam keluarga adalah usaha *dua arah* antara rasa *tanggung jawab* orang tua dan *rasa hormat* seorang anak.
⑥ Mendengar dan berbicara adalah *dua arah* arus pikiran; *kebijaksanaan* tumbuh saat kita tahu kapan harus *membuka* salah satunya.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ قِبْلَةٌ*.
*Apa* yang berada di antara *dua arah* timur dan barat adalah *kiblat*. HR Tirmidzi, Ibn Majah. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber Wag Ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment