Kajian rutin 8 Shafar 1444H
*Menua*
*وَمِنكُم مَّن یُرَدُّ إِلَىٰۤ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِكَیۡ لَا یَعۡلَمَ بَعۡدَ عِلۡمࣲ شَیۡـًٔاۚ*
An Nahl, 16:70
di antara *kamu* ada yang dikembalikan kepada usia yang *tua-renta* (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya.
Kata orang bijak :
Orang *lanjut usia* yang berorientasi pada *kesempatan*, adalah *orang muda* yang tidak pernah menua, tetapi *pemuda* yang berorientasi pada *keamanan*, telah menua sejak muda.
① Kita tidak berhenti *bermain* karena kita *menua*; kita menua karena kita berhenti bermain.
② Manusia bisa *menua*, tempat bisa *berubah*, kita bisa *melupakan*. Karena itulah *kamera* digunakan untuk merekam *hal-hal* yang tidak dapat diingat *manusia* dengan sempurna.
③ *Waktu*, mengubah semua hal, kecuali *kita*. Kita mungkin *menua* dengan berjalannya waktu, tetapi belum tentu *membijak*. Kitalah yang harus *mengubah* diri kita sendiri.
④ Seringkali *waktu* menjadi jawaban bagi banyak *keraguan*. Tidak seharusnya waktu hanya *berfungsi* membuat kita *menua*. Ia seharusnya mematangkan, mendewasakan.
⑤ Siapapun yang menjaga *kemampuan* untuk melihat *keindahan*, tidak akan pernah *menua*.
⑥ Seorang *arkeolog* adalah *suami* terbaik bagi seorang *wanita*; semakin sang wanita *menua*, semakin ia tertarik padanya.
⑦ *Rasulullah ﷺ* bersabda :
*فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ*
Maka *demi Zat* yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah *beriman* seorang dari kalian hingga *aku* lebih dicintainya dari pada *orang tuanya* dan anaknya.HR Bukhari. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber Wag Ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment