Kajian wag harian 21 Jumadil Awwal 1447H
*TERSESAT 2* (12-11- '25)
*وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا یَضِلُّ عَلَیۡهَاۚ*
Al Isra', 17:15
dan barang siapa *tersesat*, maka sesungguhnya (*kerugian*) itu bagi *dirinya* sendiri. *
Kata orang bijak :
Ketika hati *tersesat*, akal sehat menjadi *budak* yang membenarkan setiap *langkah* yang salah.
(*When the heart goes astray, common sense becomes a slave justifying every wrong step*.
*عِنْدَمَا يَضِلُّ القَلْبُ، يُصْبِحُ العَقْلُ عَبْدًا يُبَرِّرُ كُلَّ خُطْوَةٍ خَاطِئَةٍ*).
① *Tersesat* dalam kegelapan berarti *menghabiskan* energi untuk mempertahankan kesalahan, bukan *mencari* kebenaran.
② Seseorang yang *tersesat* dari kebenaran akan *menyebarkan* kebingungan kepada *orang²* di sekitarnya.
③ *Tersesat* bukanlah masalah arah *geografis*, melainkan bencana ketika *tujuan* hidup telah kabur dan hilang.
④ Buruknya *tersesat* adalah membiarkan *ego* menjadi pemandu yang membawa kita semakin *jauh* dari realitas.
⑤ Orang yang terlalu lama *tersesat* akan lupa cara berjalan *lurus*, dan menganggap *kemiringan* sebagai normal.
⑥ Dunia menjadi *gelap* bagi orang yang *tersesat*, sebab ia telah memadamkan *obor* keyakinannya sendiri.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ*
Ya *Allah* ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari *ketersesatan* atau disesatkan, *tergelincir* atau digelincirkan, *menzhalimi* atau dizhalimi dan *membodohi* atau dibodohi. HR Abu Dawud. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment