Kajian wag harian 19 Sya'ban 1447H
*HUKUM 2* (07-02-'26)
*أَفَحُكۡمَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ يَبۡغُونَۚ وَمَنۡ أَحۡسَنُ مِنَ ٱللهِ حُكۡمٗا لِّقَوۡمٖ يُوقِنُونَ*
Al-Ma'idah, 5:50
Apakah *hukum* Jahiliyah yang mereka kehendaki? (Hukum) *siapakah* yang lebih baik daripada (hukum) *Allah* bagi orang² yang meyakini (agamanya)?
Kata orang bijak :
Jika *hukum* hanya tajam ke bawah dan *tumpul* ke atas, maka ia bukanlah alat *keadilan*, melainkan alat penindasan.
(*If the law is sharp toward the bottom and blunt toward the top, then it is not a tool of justice, but an instrument of oppression*.
*إِذَا كَانَ الْقَانُونُ حَادًّا عَلَى الضُّعَفَاءِ وَثَلِمًا أَمَامَ الأَقْوِيَاءِ، فَهُوَ لَيْسَ أَدَاةً لِلْعَدَالَةِ، بَلْ هُوَ وَسِيلَةٌ لِلظُّلْمِ*).
① Sebuah *bangsa* yang besar tidak hanya diukur dari kecanggihan *teknologinya*, tetapi dari seberapa teguh *hukum* ditegakkan tanpa pandang bulu.
② *Hukum* dibuat untuk melayani manusia, bukan *manusia* yang dijadikan budak untuk *kepentingan* hukum yang bengkok.
③ Perdamaian sejati hanya dapat *tumbuh* di atas *tanah* yang dipupuk oleh supremasi *hukum* dan kejujuran.
④ Suara *hati* adalah mahkamah tertinggi yang *melampaui* segala jenis *hukum* buatan manusia.
⑤ Ketegasan dalam *hukum* harus dibarengi dengan kejernihan *akal budi* agar tidak melahirkan *dendam* baru.
⑥ Menghormati *hukum* adalah bentuk tertinggi dari rasa *syukur* kita terhadap kehidupan *bermasyarakat* yang beradab.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*إِنَّ اللهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ قَالَ ثُمَّ قَرَأَ {وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ}*.
Sesungguhnya Allah akan *menangguhkan* siksaan bagi orang yang berbuat *zhalim*. Dan apabila Allah telah *menghukumnya*, maka Dia tidak akan pernah *melepaskannya*. Kemudian Rasulullah membaca ayat yang berbunyi: 'Begitulah *adzab* Tuhanmu, apabila Dia mengadzab *penduduk* negeri² yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzab-Nya itu sangat *pedih* dan keras.' (Qs. Huud,11:102). HR Bukhari. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin
No comments:
Post a Comment