Kajian wag harian 4 Syawal 1447H
*6 HARI 2* (23-02-'26)
*وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ*
Ali 'Imran: 3:133
Dan bersegeralah kamu mencari *ampunan* dari Tuhanmu dan mendapatkan *surga* yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi *orang²* yang bertakwa.
Kata orang bijak :
Syawwal adalah gerbang pembuktian, dan puasa *6 hari* di bulan itu adalah kunci untuk *menunjukkan* bahwa perubahan diri kita adalah *nyata*.
(*Syawwal is where we prove ourselves; the six-days fast is the key to showing that our change is genuine*.
*شَوَّالُ هُوَ بَوَّابَةُ الْإِثْبَاتِ، وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ فِيْهِ هُوَ الْمِفْتَاحُ لِإِظْهَارِ أَنَّ تَغْيِيْرَنَا حَقِيْقِيٌّ*
① Sederhana dalam *bilangan*, namun besar dalam *timbangan*; itulah hakikat dari amalan puasa *6 hari*.
② *Menunda* lezatnya makanan demi puasa *6 hari* adalah cara terbaik untuk merayakan *kemenangan* jiwa di atas nafsu.
③ Jika Ramadlan adalah *sekolah*, maka puasa *6 hari* adalah ujian praktik pertama untuk melihat *seberapa* jauh kita telah belajar.
④ Jangan hanya merayakan Syawwal dengan *hidangan* di meja, *hiasilah* juga dengan indahnya puasa *6 hari*.
⑤ Keberhasilan Ramadlan seseorang seringkali *terlihat* dari seberapa ringan kakinya *melangkah* untuk menunaikan puasa *6 hari*.
⑥ Puasa *6 hari* bukan sekadar tradisi, melainkan *manifestasi* syukur seorang hamba yang merasa *belum* cukup dalam berbakti.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ*.
Artinya:
Barangsiapa yang *berpuasa* Ramadlan kemudian berpuasa *6 hari* di bulan Syawwal, maka dia bagaikan berpuasa *setahun* penuh. HR. Muslim. (zainuddin as)
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment