Kajian wag harian 5 Syawal 1447H
*QADHA' PUASA 1* (24-03-'26)
*فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِیضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرࣲ فَعِدَّةࣱ مِّنۡ أَیَّامٍ أُخَرَۚ*.
Al-Baqarah, 2:184
Maka barangsiapa di antara kamu *sakit* atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti, *qadha'*) sebanyak hari (yang dia *tidak* berpuasa itu). pada *hari-hari* yang lain.
Kata orang bijak :
Menyegerakan *qadha'* puasa adalah tanda bahwa kita *menghargai* kesempatan hidup yang Allah berikan untuk *memperbaiki* ibadah.
(*Hastening to make up for missed fasts is a sign that we appreciate the life opportunities Allah has given us to improve our worship*.
Dalam Bahasa Arab
*إِسْرَاعُنَا فِي قَضَاءِ الصِّيَامِ عَلَامَةٌ عَلَى أَنَّنَا نُقَدِّرُ فُرَصَ الْحَيَاةِ الَّتِي أَعْطَانَا اللهُ لِتَحْسِينِ عِبَادَتِنَا*).
① Niat dalam *qadha'* puasa bukan hanya soal *mengganti* yang terlewat, tapi tentang membuktikan *kesetiaan* kita kepada Sang Pencipta.
② Setiap hari yang kita lalui untuk *qadha'* puasa adalah satu *langkah* lebih dekat menuju *ketenangan* batin.
③ *Kewajiban* tetaplah kewajiban; melaksanakan *qadha'* puasa adalah bentuk *kejujuran* kita dalam beragama.
④ Waktu tidak akan *menunggu*; jangan tunda *qadha'* puasa hingga hari² sempit *menjepit* keinginanmu.
⑤ *Lelahnya* menahan lapar saat *qadha'* puasa tidak akan sebanding dengan *ringannya* beban di akhirat kelak.
⑥ Disiplin dalam *qadha'* puasa mencerminkan seberapa besar *rasa* tanggung jawab kita terhadap *amanah* agama.
⑦ *dari Aisyah r.a* :
*عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ، فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ، وَلَا نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ*.
Dari *Aisyah* radliyallahu 'anha, ia berkata: Kami dahulu mengalami *haidh*, maka kami diperintahkan untuk *mengqadha'* puasa dan *tidak* diperintahkan untuk mengqadha' *shalat*. HR Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment