Kajian wag harian 6 Syawal 1447H
*QADHA' PUASA 2* (25-03-'26)
*وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ*.
Al-Baqarah 2:185
Dan barangsiapa *sakit* atau dalam perjalanan (lalu ia *berbuka*), maka (wajiblah baginya berpuasa, *qadha'*), sebanyak hari yang *ditinggalkannya* itu, pada hari² yang lain. Allah menghendaki *kemudahan* bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.
Kata orang bijak :
Jangan biarkan *hutang* puasa membebani langkahmu; selesaikanlah (*qadha'*) dengan penuh keikhlasan sebelum *Ramadhan* berikutnya menyapa.
(*Do not let your missed fasts weigh down your steps; complete them with sincerity before the next Ramadhan greets you*.
*لَا تَدَعْ دُيُوْنَ الصِّيَامِ تُثْقِلُ خُطُوَاتِكَ؛ فَأَتِمَّهَا بِإِخْلَاصٍ تَامٍّ قَبْلَ أَنْ يَطْرُقَ رَمَضَانُ القَادِمُ بَابَكَ*).
① Jadikanlah momen *qadha'* puasa sebagai waktu *pribadi* untuk lebih dekat dengan *Allah* di luar hiruk-pikuk keramaian Ramadhan.
② Tidak ada kata terlambat untuk *bertaubat*, namun menyegerakan *qadha'* puasa adalah *bukti* taubat yang paling nyata.
③ Puasa sunnah itu mulia, namun menuntaskan *qadha'* puasa adalah *prioritas* yang membawa *keberkahan* utama.
④ Sabar dalam *qadha'* puasa di hari² biasa adalah *ujian* cinta yang sesungguhnya kepada *Sang Khalik*.
⑤ Di balik keringnya tenggorokan saat *qadha'* puasa, ada *pahala* yang mengalir deras *menghapus* dosa² masa lalu.
⑥ Tuntaskanlah *qadha'* puasa dengan senyuman, karena setiap *detiknya* adalah bukti bahwa kita masih diberi *kekuatan* untuk taat.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ*
Barangsiapa *meninggal* dunia dalam keadaan memiliki *hutang* puasa, maka *walinya* berpuasa untuknya. HR. Bukhari dan Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment