Kajian wag harian 8 Syawal 1447H
*KEUANGAN 2* (27-03-'26)
*وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا*
Al-Isra', 17:29
Dan janganlah engkau jadikan *tanganmu* terbelenggu pada lehermu (*kikir*) dan janganlah pula engkau terlalu mengulurkannya (sangat *boros*), nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.
Kata orang bijak :
Hari raya adalah tentang kemenangan *hati*, namun pasca hari raya adalah tentang *kemenangan* logika dalam mengatur *keuangan*.
(*Eid al-fitr is about the victory of the heart, but the post-holiday period is about the victory of logic in managing finances*.
*عِيْدُالفِطْرِ هُوَ نَصْرُ القَلْبِ، وَلَكِنَّ مَا بَعْدَ العِيدِ هُوَ نَصْرُ المَنْطِقِ فِي تَدْبِيرِ المَالِ*).
① *Keuangan* yang tertata memberikan *ketenangan* jiwa untuk melanjutkan ibadah dan *kerja* di bulan² setelah hari raya.
② Disiplin *keuangan* setelah hari raya adalah bentuk *syukur* atas rezeki yang telah kita *nikmati* bersama keluarga.
③ Evaluasi *keuangan* pasca hari raya adalah *langkah* awal menuju *perencanaan* kedepan yang lebih mapan.
④ *Kekayaan* bukan tentang seberapa banyak yang kita *habiskan* saat hari raya, tapi seberapa banyak *keuangan* yang kita amankan setelahnya.
⑤ Jadikan *momen* setelah hari raya sebagai titik balik untuk lebih *cerdas* dan amanah dalam menjaga setiap rupiah *keuangan* kita.
⑥ *Tabungan* yang tersisa adalah benteng pertahanan *keuangan* terbaik untuk menghadapi *hari²* panjang setelah masa lebaran.
⑦ *Rasulullahﷺ* melarang :
*عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَمَهْرِ الْبَغِيِّ وَحُلْوَانِ الْكَاهِنِ*
dari Abu Mas'ud Al Anshariy r.a bahwa *Rasulullahﷺ* melarang uang hasil jual beli *anjing*, mahar seorang *pezina* dan upah bayaran *dukun*. HR Bukhari. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment