Kajian wag harian 9 Syawal 1447H
*POLA MAKAN 1*
*وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ*
Al-A'raf: 7:31
Makan dan minumlah, tetapi jangan *berlebihan*. Sesungguhnya, *Allah* tidak menyukai orang yang *berlebih-lebihan*.
Kata orang bijak :
Puasa adalah *madrasah* pengendalian diri; jangan biarkan *kelulusannya* dirayakan dengan *pola makan* yang tidak terkendali.
(*Fasting is a school of self-control; do not let its graduation be celebrated with uncontrolled eating habits*.
*الصِّيَامُ مَدْرَسَةٌ لِضَبْطِ النَّفْسِ؛ فَلَا تَجْعَلْ تَخَرُّجَكَ مِنْهَا احْتِفَالًا بِأَنْمَاطِ غِذَاءٍ غَيْرِ مُنْضَبِطَةٍ*).
① Tubuhmu adalah *amanah*; menjaga *pola makan* setelah puasa adalah bentuk rasa syukur atas *kesehatan* yang telah diberikan.
② Jangan jadikan meja makan sebagai tempat *pola makan* pelampiasan *dendam* setelah sebulan menahan *lapar*.
③ *Pola makan* yang tertata setelah puasa *mencerminkan* jiwa yang telah *berhasil* dididik oleh kesabaran.
④ Kembalinya jadwal *pola makan* normal adalah ujian sesungguhnya, apakah kita yang *mengendalikan* nafsu atau *nafsu* yang mengendalikan kita.
⑤ Makanlah untuk hidup, bukan *hidup* untuk makan; pertahankan esensi *kesederhanaan* puasa dalam *pola makan* harianmu.
⑥ Kesehatan adalah *mahkota* yang hanya bisa dilihat oleh orang *sakit*; jagalah ia dengan mengatur *pola makan* pasca- Ramadhan.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*الْمُؤْمِنُ يَأْكُلُ فِي مِعًى وَاحِدٍ وَالْكَافِرُ يَأْكُلُ فِي سَبْعَةِ أَمْعَاءٍ*
Seorang *mukmin* itu makan dengan *satu* usus, sedangkan orang *kafir* makan dengan *tujuh* usus. HR Bukhari.(zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment