Kajian wag harian 28 Ramadhan 1447H
*Mudik 2* (17-03-'26)
*لَّقَدۡ صَدَقَ ٱللهُ رَسُولَهُ ٱلرُّءۡیَا بِٱلۡحَقِّۖ لَتَدۡخُلُنَّ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ إِن شَاۤءَ ٱللهُ ءَامِنِینَ*
Al Fath, 48:27
Sungguh, *Allah* akan membuktikan kepada *rasul-Nya* tentang kebenaran *mimpinya* bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram (*mudik*), jika Allah menghendaki, dalam keadaan aman.
Kata orang bijak :
Di setiap jengkal jalan yang kita lalui saat *mudik*, terselip doa² *orang tua* yang sudah tak sabar *menyambut* kepulangan anak²-nya.
(*Along every stretch of our journey home, linger the whispered prayers of parents, yearning for the moment their children finally return to their arms*).
*فِي كُلِّ شِبْرٍ مِنَ الطَّرِيْقِ الَّذِي نَقْطَعُهُ أَثْنَاءَ العَوْدَةِ إِلَى الدِّيَارِ، تَنْدَسُّ دَعَوَاتُ الْوَالِدِيْنَ اللَّذِيْنَ لَمْ يَعُودُوا يَصْبِرُونَ عَلَى اسْتِقْبَالِ أَبْنَائِهِمْ*).
① Rumah bukanlah sekadar bangunan, ia adalah *kumpulan* memori dan *wajah²* yang membuat kita merasa *cukup* saat mudik.
② *Kesabaran* di jalan adalah kunci; ingatlah bahwa tujuan utama *mudik* adalah sampai dengan *selamat*, bukan sampai dengan cepat.
③ Biarlah lelahnya perjalanan saat *mudik* terbayar tuntas oleh *senyum* bahagia *orang²* tersayang saat melihatmu datang.
④ *Mudik* mengajarkan kita bahwa sejagat apa pun kita *di luar* sana, kita akan selalu menjadi *anak* yang merindukan masakan rumah.
⑤ Jadikan momen *mudik* sebagai kesempatan untuk *memaafkan* masa lalu dan menyusun *harapan* baru bersama keluarga.
⑥ Pulanglah saat *mudik* dengan membawa cinta, tinggalkan *beban* pekerjaan sejenak, dan penuhi tangki *jiwamu* dengan kehangatan keluarga.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*إِذَا أَطَالَ أَحَدُكُمْ الْغَيْبَةَ فَلَا يَطْرُقْ أَهْلَهُ لَيْلًا*.
Jika salah seorang dari kalian *pergi* agak lama, maka janganlah ia mendatangi keluarganya (*mudik*) secara mendadak di *malam* hari. HR Bukhari, Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber Wag Ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment