Kajian wag harian 22 Ramadhan 1447H
*ZAKAT FITRAH 2* (11- 03-'26)
*إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ*.
Al-Baqarah, 2:277
Sungguh, orang² yang *beriman*, mengerjakan kebajikan, melaksanakan *shalat* dan menunaikan *zakat*, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa *takut* pada mereka dan mereka tidak *bersedih* hati.
Kata orang bijak :
Jangan anggap *zakat fitrah* sebagai beban, melainkan sebagai *tiket* pulang menuju fitrah manusia yang *bersih* dan bercahaya.
(*Do not perceive Zakat al-Fitr as a burden; instead, see it as a 'ticket' to return to the human nature (fitra)—pure and radiant*.
*لَا تَعْتَبِرُوا زَكَاةَ الْفِطْرِ عِبْئًا، بَلْ هِيَ "تَذْكِرَةُ" الْعَوْدَةِ إِلَى فِطْرَةِ الْإِنْسَانِ النَّقِيَّةِ وَالْمُضِيئَةِ*).
① *Zakat fitrah* adalah pengingat bahwa kebahagiaan sejati hanya bisa *dirasakan* saat kita mampu berbagi rasa *syukur* kepada sesama.
② Tunaikanlah *zakat fitrah* dengan hati yang lapang, karena harta yang *dikeluarkan* di jalan Allah tidak akan pernah *mengurangi* kekayaanmu.
③ *Zakat fitrah* adalah bukti nyata bahwa *ketaatan* kepada Tuhan selalu berjalan beriringan dengan *kasih sayang* kepada manusia.
④ Kesempurnaan Ramadlan tidak diukur dari *megahnya* hidangan berbuka, melainkan dari *tuntasnya* kewajiban *zakat fitrah* sebelum fajar Idulfitri.
⑤ Di dalam setiap butir beras *zakat fitrah* yang kita berikan, tersimpan *doa-doa* keberkahan yang akan menjaga *langkah* kita di masa depan.
⑥ Jadikan *zakat fitrah* sebagai penutup Ramadlan yang manis, agar diri *kembali* suci layaknya *bayi* yang baru lahir ke dunia.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*فَرَضَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ*.
*Rasulullahﷺ* mewajibkan *zakat fitrah* untuk mensucikan orang yang *berpuasa* dari bersenda gurau dan kata-kata *keji*, dan juga untuk memberi makan *miskin*. Barangsiapa yang menunaikannya *sebelum* shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya *setelah* shalat maka itu hanya *sedekah* diantara berbagai sedekah. HR Abu Dawud, Ibnu Majah (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment