Kajian wag harian 10 Dzulqodah 1447H
*HAJI 1* (27-04-'26)
*ٱلۡحَجُّ أَشۡهُرࣱ مَّعۡلُومَـٰتࣱۚ فَمَن فَرَضَ فِیهِنَّ ٱلۡحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِی ٱلۡحَجِّۗ*.
Al-Baqarah, 2:197
(Musim) *haji* itu (pada) bulan² yang telah *dimaklumi*.Barangsiapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (*bulan*) itu, maka janganlah dia berkata *jorok* (rafaṡ), berbuat maksiat dan *bertengkar* dalam (melakukan ibadah) haji.
Kata orang bijak :
Menunaikan ibadah *haji* bukan sekadar perjalanan *fisik* menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan *hati* menuju Sang Ilahi.
(*Performing the Hajj is not merely a physical journey to the Holy Land, but rather a journey of the heart toward the Divine*.
*أَدَاءُ الْحَجِّ لَيْسَ مُجَرَّدَ رِحْلَةٍ بَدَنِيَّةٍ إِلَى الْأَرْضِ الْمُقَدَّسَةِ، بَلْ هُوَ رِحْلَةُ الْقَلْبِ إِلَى الْخَالِقِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى*).
① Pakaian ihram saat *haji* mengajarkan kita bahwa di hadapan Allah, *derajat* manusia tidak diukur dari jabatan, melainkan dari *ketakwaan*.
② Wukuf di Arafah (rukun *haji*) adalah cerminan kecil dari *hari akhir*; saat manusia berdiri sendiri² memohon *ampunan* tanpa sekat duniawi.
③ Labbaik Allahumma Labbaik, talbiyah (lafadz kepatuhan) *haji*; sebuah janji setia bahwa *hidup* dan mati kita hanyalah untuk *memenuhi* panggilan Sang Pencipta.
④ *Haji* yang mabrur tidak dilihat dari seberapa *mewah* perjalanannya, tapi dari seberapa besar *perubahan* akhlaknya setelah kembali.
⑤ Menunggu antrian *haji* adalah seni melatih kesabaran; *ujian* ibadah dimulai bahkan sebelum *menginjakkan* kaki di Makkah.
⑥ Setiap putaran *Tawaf* adalah pengingat bahwa pusat dari segala *kehidupan* kita seharusnya hanyalah *Allahﷻ*.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ*.
*Haji* yang mabrur tidak ada *balasan* baginya kecuali *surga*. HR. Bukhari & Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment