Kajian wag harian 11 Dzulqodah 1447H
*HAJI 2* (28-04-'26)
*وَلِله عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَیۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَیۡهِ سَبِیلࣰاۚ*.
Ali Imran, 3:97
Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap *Allah* adalah melaksanakan ibadah *haji* ke Baitullah, yaitu bagi orang² yang *mampu* mengadakan perjalanan ke sana.
Kata orang bijak :
*Haji* bukan tentang siapa yang *paling kaya*, tapi tentang siapa yang *paling rindu* dan terpanggil oleh-Nya.
(*"Hajj isn't about wealth; it's about longing and being called by Allah*.
*لَيْسَ الْحَجُّ لِمَنْ كَانَ أَغْنَى، وَلٰكِنَّ الْحَجَّ لِمَنْ كَانَ أَشَدَّ شَوْقاً وَمَنْ نَادَاهُ اللهُ*).
① Tanah Suci lokasi *berhaji* adalah tempat di mana air mata *taubat* lebih berharga daripada *tawa* kemenangan dunia.
② Semoga setiap debu di perjalanan *haji* menjadi *saksi* pembela di hari *penghisaban* kelak.
③ *Haji* adalah kesempatan untuk *pulang* ke rumah asal, membersihkan jiwa yang *berdebu* oleh hiruk-pikuk dunia.
④ Jangan hanya mengejar gelar *Haji* di depan nama, kejarlah *keridhaan* Allah agar namamu *harum* di penduduk langit.
⑤ Puncak dari ibadah *haji* adalah kerendahan hati; menyadari bahwa *kita* hanyalah butiran debu di tengah *keagungan-Nya*.
⑥ Pergilah *haji* dengan membawa tumpukan dosa, *kembalilah* dengan membawa tumpukan *cahaya* iman yang tak kunjung padam.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*مَنْ حَجَّ لِله فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ*.
Barangsiapa yang melaksanakan *haji* karena Allah, lalu ia tidak *berbuat* rafats (berkata kotor/bersetubuh) dan tidak berbuat *fasik*, maka ia kembali (suci) seperti hari ia *dilahirkan* oleh ibunya. HR. Bukhari. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber Wag Ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment