Kajian wag harian 13 Dzulqodah 1447H
*THAWAF 2* (30-04-'26)
*ثُمَّ لۡيَقۡضُواْ تَفَثَهُمۡ وَلۡيُوفُواْ نُذُورَهُمۡ وَلۡيَطَّوَّفُواْ بِٱلۡبَيۡتِ ٱلۡعَتِيقِ*.
Al-Hajj: 22:29
Kemudian, hendaklah mereka *menghilangkan* kotoran (yang ada di badan) mereka, *menyempurnakan* nazar-nazar mereka dan melakukan *thawaf* di sekeliling rumah tua (Baitullah).
Kata orang bijak :
Seperti *thawaf* yang tak berhenti berputar, *iman* pun butuh pergerakan yang konstan agar *tak mati* di tengah jalan.
(*Like the Thawaf that never ceases its circling, faith requires constant movement so it does not wither away along the journey*.
*مِثْلَ الطَّوَافِ الَّذِي لَا يَتَوَقَّفُ عَنِ الدَّوَرَانِ، يَحْتَاجُ الْإِيمَانُ أَيْضًا إِلَى حَرَكَةٍ مُسْتَمِرَّةٍ كَيْ لَا يَمُوتَ فِي مُنْتَصَفِ الطَّرِيقِ*).
① Ka'bah adalah *magnetnya*, dan jiwa kita adalah besi yang rindu. *Thawaf* adalah proses penyatuan antara *kerinduan* dan pertemuan.
② Belajarlah dari *thawaf* tentang kesabaran; meski berdesakan, semua orang memiliki *tujuan* yang sama tanpa perlu saling *menjatuhkan*.
③ Setiap langkah dalam *thawaf* adalah pengingat bahwa pada akhirnya, *kita* semua akan kembali *berputar* pada titik awal penciptaan kita.
④ Jadikan lisanmu *thawaf* dalam dzikir, agar setiap kata yang keluar menjadi *doa* yang mengelilingi *Arsy-Nya*.
⑤ *Thawaf* yang diterima bukan dilihat dari seberapa *cepat* putarannya, melainkan seberapa *tulus* hati yang bergetar di dalamnya.
⑥ Jangan hanya *thawaf* mengelilingi Ka'bah, tapi pastikan *hatimu* juga thawaf mengelilingi *ridha-Nya* dalam setiap keputusan hidup.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*لَا يَنْفِرَنَّ أَحَدٌ حَتَّى يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِ الطَّوَافَ بِالْبَيْتِ*.
Janganlah sekali-kali salah *seorang* dari kalian meninggalkan (Makkah), hingga *aktivitas* terakhirnya adalah melakukan *thawaf* di Baitullah. HR Abu Dawud.(zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment