Kajian wag harian 20 Dzulqodah 1447H
*ARAFAH 1* (07-05-'26)
*فَإِذَاۤ أَفَضۡتُم مِّنۡ عَرَفَـٰتࣲ فَٱذۡكُرُوا۟ ٱللهَ عِندَ ٱلۡمَشۡعَرِ ٱلۡحَرَامِۖ*.
Al-Baqarah, 2:198
Maka apabila *kamu* bertolak dari *Arafah*, berzikirlah kepada *Allah* di Masy`aril harām.
Kata orang bijak :
*Arafah* bukan sekadar tempat, ia adalah *ruang* waktu di mana langit dan bumi seolah *menyatu* dalam lautan ampunan.
(*Arafah is not merely a place; it is a realm of time where heaven and earth seem to merge in an ocean of forgiveness*.
*عَرَفَةُ لَيْسَتْ مُجَرَّدَ مَكَانٍ، بَلْ هِيَ فَضَاءٌ زَمَنِيٌّ يَبْدُو فِيهِ أَنَّ السَّمَاءَ وَالأَرْضَ يَلْتَقِيَانِ فِي بَحْرٍ مِنَ المَغْفِرَةِ*).
① Di hamparan *Arafah*, pangkat dan harta luruh menjadi *debu*; yang tersisa hanyalah hamba yang kecil di hadapan *Sang Pencipta* yang Maha Besar.
② Sejatinya *Arafah* adalah momen "mengenal diri"; siapa yang mengenal *kerendahan* dirinya, ia akan mengenal *keagungan* Tuhannya.
③ Jangan biarkan *matahari* terbenam di hari *Arafah* sebelum engkau menenggelamkan seluruh *dosamu* dalam tangis penyesalan.
④ *Arafah* adalah bukti nyata bahwa *persatuan* umat tak butuh bahasa yang sama, cukup dengan *iman* yang seirama.
⑤ Kesabaran menanti waktu wukuf di *Arafah* mengajarkan kita bahwa hal-hal terbaik dalam *hidup* membutuhkan *persiapan* spiritual yang matang.
⑥ Di bawah terik matahari *Arafah*, kita diingatkan bahwa *panasnya* dunia tak sebanding dengan *rindu* akan ridha-Nya.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*الْحَجُّ عَرَفَةُ مَنْ جَاءَ لَيْلَةَ جَمْعٍ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فَقَدْ أَدْرَكَ*.
Haji itu adalah (wukuf di) *Arafah*. Barang siapa yang datang (di Arafah) pada *malam* berkumpul (malam Muzdalifah) sebelum terbit fajar, maka ia telah *mendapatkan* haji. HR Tirmidzi.(zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment