Kajian wag harian 19 Dzulqodah 1447H
*TAHALLUL 2* (06-05- 26)
*لَتَدۡخُلُنَّ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ إِن شَاۤءَ ٱللهُ ءَامِنِینَ مُحَلِّقِینَ رُءُوسَكُمۡ وَمُقَصِّرِینَ لَا تَخَافُونَۖ*.
Al Fath, 48:27
Kamu pasti akan memasuki *Masjidilharam*, jika Allah menghendaki, dalam keadaan *aman*, dengan menggunduli rambut kepala (*tahallul*) dan memendekkannya, sedang kamu *tidak* merasa takut.
Kata orang bijak :
Jangan hanya mencukur rambutmu saat *tahallul*, tapi cukurlah *sifat* burukmu agar engkau pulang membawa *jiwa* yang baru.
(*Do not merely shave your hair during tahallul, but shave away your bad traits, so that you may return with a renewed soul*.
*لَا تَحْلِقْ شَعْرَكَ فَحَسْبُ عِنْدَ التَّحَلُّلِ، بَلْ احْلِقْ صِفَاتِكَ السَّيِّئَةَ لِتَعُودَ بِنَفْسٍ جَدِيْدَةٍ*).
① Terkadang kita perlu melakukan *tahallul* pikiran, melepaskan segala *prasangka* buruk agar langkah ke depan *terasa* lebih ringan.
② Semoga setelah *tahallul*, setiap langkah kaki kita senantiasa *dibimbing* menuju jalan yang lebih *lurus* dan penuh cahaya.
③ *Tahallul* menjadi saksi bahwa kita telah menyelesaikan sebuah *ketaatan*; semoga Allah menerima setiap *lelah* yang kita persembahkan.
④ Jadikan momen *tahallul* sebagai titik balik untuk *melepaskan* topeng duniawi dan kembali menjadi *hamba* yang apa adanya.
⑤ Sehelai rambut yang dipotong dalam *tahallul* adalah saksi bisu di *hari akhir* bahwa kita pernah *bersimpuh* memohon ampunan-Nya.
⑥ Hakikat *tahallul* adalah menjadi pribadi yang *halal* bagi kebaikan dan *tertutup* bagi segala kemaksiatan.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِينَ*.
Ya Allah, *ampunilah* bagi mereka yang *mencukur* gundul (saat *tahallul*). HR Bukhari, Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment