Kajian wag harian 27 Dzulqodah 1447H
*JUMROH 2* (14-05-'26)
*وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ*.
Al Hajj 22:28
..dan agar *mereka* menyebut nama *Allah* pada *hari²* yang telah ditentukan. (Tafsir: inti dari setiap gerakan haji: berjalan, menyembelih, lempar *jumroh*, adalah *dzikrullah*).
Kata orang bijak :
Keberhasilan melempar *Jumroh* bukan dilihat dari *ketepatan* sasaran tanganmu, melainkan dari ketepatanmu dalam *mengendalikan* amarahmu.
(*The success of Jamrah is not measured by the accuracy of your hand's aim, but by your accuracy in controlling your anger*.
*لَيْسَ النَّجَاحُ فِي رَمْيِ الْجِمَارِ بِدِقَّةِ رَمْيَةِ يَدِكَ، بَلْ بِدِقَّتِكَ فِي السَّيْطَرَةِ عَلَى غَضَبِكَ*).
① Jangan biarkan kerikil *Jumroh* hanya jatuh di tumpukan beton, biarkan ia jatuh tepat *menghancurkan* keserakahan yang sempat tumbuh di *hati* kita.
② Jadikan momentum *Jumroh* sebagai titik balik untuk tidak lagi *berkompromi* dengan *kesalahan²* masa lalu.
③ Di balik padatnya lautan manusia saat melempar *Jumroh*, kita belajar bahwa setiap individu *memiliki* perjuangan yang sama dalam *melawan* godaan dunia.
④ Lemparlah *Jumroh* dengan penuh kesadaran, bahwa setiap *batu* yang terlepas adalah simbol *lepasnya* keterikatan kita pada selain Allah.
⑤ Semangat *Jumroh* adalah semangat perlawanan; jangan pernah *lelah* melawan rasa malas yang *menghambat* kesuksesanmu.
⑥ Setelah *Jumroh* usai, hendaknya hati menjadi lebih *lapang*, karena beban dosa dan sifat tercela telah kita *lemparkan* jauh².
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*بِأَمْثَالِ هَؤُلَاءِ، وَإِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ الْغُلُوُّ فِي الدِّينِ*.
Dengan (ukuran biji *kacang*) yang seperti inilah (hendaknya kalian melempar *jumroh*). Dan jauhilah oleh kalian sikap *ber-lebih²-an* dalam agama, karena sesungguhnya umat sebelum kalian *binasa* karena ber-lebih²-an dalam agama. HR Nasa'i. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment