Kajian wag harian 11 Dzulhijjah 1447H
*MABIT 1* (28-05-'26)
*فَمَنْ تَعَجَّلَ فِيْ يَوْمَيْنِ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۚ وَمَنْ تَاَخَّرَ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۙ لِمَنِ اتَّقٰىۗ*
Albaqarah, 2:203
Barangsiapa mempercepat (meninggalkan *Mina*) setelah dua hari (bermalam/*mabit*) , maka tidak ada dosa baginya. Dan barangsiapa *mengakhirkannya* tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi *orang* yang bertakwa.
Kata orang bijak :
*Mabit* di Mina bukan sekadar bermalam di balik tenda, melainkan momentum *mengistirahatkan* jiwa untuk fokus *mengingat-Nya*.
(*Mabit in Mina is not merely spending the night inside a tent, but a momentum to rest the soul and focus on remembering Him*.
*الْمَبِيتُ فِي مِنىٰ لَيْسَ مُجَرَّدَ قَضَاءِ اللَّيْلِ دَاخِلَ الْخَيْمَةِ، بَلْ هُوَ فُرْصَةٌ لِإِرَاحَةِ الرُّوحِ وَالتَّرْكِيزِ عَلَى ذِكْرِهِ*
① Di balik kesederhanaan karpet tenda *mabit* di Mina, terdapat kemewahan *iman* bagi hati yang ikhlas menanti waktu *melempar* jumrah.
② Saat malam *mabit* meraba tenda² Mina, jutaan lisan *berzikir* yang sama, meleburkan perbedaan status sosial menjadi *hamba* yang setara.
③ Dalam sunyinya malam *mabit* di Mina, bisikan doa hamba *terdengar* begitu nyaring mengetuk *pintu²* langit.
④ *Mabit* di Mina adalah madrasah kesabaran, tempat di mana *ego* dihancurkan dan rasa *persaudaraan* sesama Muslim ditumbuhkan.
⑤ Kelelahan fisik saat *mabit* di Mina hilang begitu saja, berganti dengan *ketenangan* jiwa yang tak *terbeli* dengan harta.
⑥ Di Mina, setiap sudut malam adalah *saksi* bisu bagi deraian air mata pertobatan orang *mabit* yang tumpah mengharap *ampunan* Sang Pencipta.
⑦ dari Aisyah r.a :
*عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَلَا نَبْنِي لَكَ بَيْتًا بِمِنًى يُظِلُّكَ؟ قَالَ: لَا، مِنًى مُنَاخُ مَنْ سَبَقَ*.
Dari 'Aisyah r.a, ia berkata: Kami berkata: 'Wahai *Rasulullah*, bolehkah kami membangunkan sebuah *rumah* untukmu di Mina yang dapat menaungimu?' Beliau bersabda: 'Tidak, *Mina* adalah tempat singgah (*mabit*) bagi siapa saja yang lebih *awal* datang.
HR Tirmidzi, Ibnu Majah (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment