Kajian wag harian 12 Dzulhijjah 1447H
*MABIT 2* (29-05-'26)
*فَإِذَا قَضَیۡتُم مَّنَـٰسِكَكُمۡ فَٱذۡكُرُوا۟ ٱللهَ كَذِكۡرِكُمۡ ءَابَاۤءَكُمۡ أَوۡ أَشَدَّ ذِكۡرࣰاۗ*.
Al Baqarah, 2:200
Apabila kamu telah menyelesaikan *ibadah* hajimu, maka berdzikirlah kepada Allah (saat *mabit* di Mina), sebagaimana kamu *me-nyebut²* nenek moyangmu, bahkan *berdzikirlah* lebih dari itu.
Kata orang bijak :
*Mabit* di Mina mengajarkan kita arti perjuangan; bahwa untuk meraih *ridha* Allah, ada kenyamanan fisik yang harus *rela* kita korbankan.
(*Mabit in Mina teaches us the meaning of struggle; that to attain the pleasure of Allah, there is physical comfort we must be willing to sacrifice*.
*المَبِيْتُ فِي مِنىٰ يُعَلِّمُنَا مَعْنَى الكِفَاحِ؛ وَأَنَّهُ لِنَيْلِ رِضَا اللهِ، هُنَاكَ رَاحَةٌ جَسَدِيَّةٌ يَجِبُ أَنْ نَكُوْنَ مُسْتَعِدِّيْنَ لِلتَّضْحِيَةِ بِهَا*).
① Saat tubuh *mabit* berhimpitan di Mina, hati justru terasa *lapang* karena dipenuhi rasa syukur atas *nikmat* panggilan-Nya.
② Detik² *mabit* di Mina adalah investasi *pahala* yang semoga memperberat *timbangan* kebaikan di akhirat kelak.
③ *Mabit* di Mina adalah membasuh jiwa yang dahaga, *mendekatkan* diri yang jauh, dan *melembutkan* hati yang keras.
④ Kesucian ibadah *mabit* di Mina terletak pada keikhlasan hati, menerima setiap *ujian* fasilitas, demi meraih haji *mabrur*.
⑤ Seperti Nabi Ibrahim yang teguh di uji, *mabit* di Mina melatih diri *mengumpulkan* energi spiritual sebelum *melempar* setan.
⑥ Ketika *mabit* di Mina berakhir, kita tak hanya meninggalkan *tenda²* putih, tetapi juga membawa pulang *jiwa* yang baru dan bersih.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا*.
Sesungguhnya darahmu, hartamu, dan kehormatanmu adalah *haram* (suci) atas kamu sekalian, seperti sucinya harimu (*mabitmu*) ini, dalam *bulanmu* ini, dan di *negerimu* ini. HR Bukhari, Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment