Kajian wag harian 29 Dzulhijjah 1447H
*AYAH 2* (15-06-'26).
*وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصۡنَامًا ءَالِهَةً إِنِّيٓ أَرَاكَ وَقَوۡمَكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ*.
Al-An'am, 6:74
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada *ayahnya* Azar, Pantaskah engkau menjadikan *berhala²* itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat *engkau* dan kaummu dalam *kesesatan* yang nyata.
Kata orang bijak :
*Ayah* adalah cinta pertama bagi *anak* perempuannya, dan pahlawan pertama bagi anak *laki-lakinya*.
(*A father is his daughter's first love, and his son's first hero*.
*الأَبُ هُوَ الحُبُّ الأَوَّلُ لِابْنَتِهِ، وَالبَطَلُ الأَوَّلُ لِابْنِهِ*).
① Air mata seorang *ayah* adalah hal paling rahasia di dunia; ia hanya *menangis* dalam doa dan *sujudnya* untuk kebahagiaan kita.
② Menjadi *ayah* bukan sekadar tentang *memberi* nafkah, melainkan tentang menanamkan *teladan* dan nilai² kehidupan.
③ *Ayah* mungkin tak selalu tahu cara *menghibur* kita saat sedih, tetapi ia adalah orang pertama yang *memastikan* kita tidak terluka lagi.
④ Nasehat seorang *ayah* terkadang terdengar tegas dan kaku, namun di dalamnya selalu ada *doa* terbaik agar kita tidak *salah* melangkah.
⑤ Kita mungkin baru benar² *memahami* beratnya perjuangan seorang *ayah* ketika kita sendiri telah menjadi *orang tua*.
⑥ Harta terbesar yang diwariskan oleh seorang *ayah* bukanlah materi, melainkan *nama* baik, integritas, dan *kasih* sayang yang tak terbatas.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ*.
*Ridha* Tuhan itu tergantung pada ridha *ayah* (orang tua), dan murka Tuhan itu tergantung pada *murka* ayah (orang tua). HR Tirmidzi. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment