Kajian wag harian 2 Muharrom 1448H
*IBU 2* (17-06-'26)
*وَٱللهُ أَخۡرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ شَيۡـٔٗا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡـِٔدَةَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ*.
An-Nahl: 16:78
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut *ibumu* dalam keadaan tidak *mengetahui* sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan *hati* nurani, agar kamu *bersyukur*.
Kata orang bijak :
Pelukan *ibu*, adalah tempat paling aman di dunia, di sana semua *kesedihan* luruh dan semua beban menjadi terasa *ringan*.
(*Mother's embrace is the safest place in the world, where all sorrows melt away and every burden becomes light*.
*حِضْنُ الْأُمِّ هُوَ الْأَمَانُ الْأَعْظَمُ فِي هٰذَا الْعَالَمِ، هُنَاكَ تَذُوبُ كُلُّ الْأَحْزَانِ وَتَخِفُّ كُلُّ الْأَثْقَالِ*.
① Marah seorang *ibu* sering kali adalah rasa khawatirnya, dan *diamnya* adalah doa agar anak²-nya *terlindungi*.
② *Ibu* adalah sosok yang mampu menggantikan siapa pun, namun *perannya* di dalam hidup ini tak akan pernah bisa *digantikan* oleh siapa pun.
③ Surga di telapak kaki *ibu* bukan sekadar kiasan, melainkan *pengingat* bahwa jalan menuju bahagia dimulai dari *cara* kita menghormatinya.
④ Seorang *ibu* bisa merawat sepuluh anak dengan penuh cinta, namun *sepuluh* anak belum tentu bisa merawat *seorang* ibu dengan ketulusan yang sama.
⑤ Air mata *ibu* adalah sesuatu yang paling berharga; jangan pernah *menukarnya* dengan kekecewaan, melainkan usaplah dengan *prestasi* dan kebahagiaan.
⑥ Selagi *ibu* masih ada, manjakanlah ia dengan *kehadiran* dan perhatianmu, karena dunia akan terasa sangat sepi dan *berbeda* saat suaranya tak lagi terdengar.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*وَيْحَكَ الْزَمْ رِجْلَهَا، فَثَمَّ الْجَنَّةُ*.
Celakalah kau! *tetaplah* berada pada kedua kakinya (kaki *ibumu*) dan disitulah terdapat *surga*. HR Ibnu Majah. (zainuddin as).
NB. Nasehat Rasulullah kepada Muawiyah bin Zahimah as-Sulami agar tetap bersama ibunya yang masih butuh perhatian dan tidak berjihad (berperang) bersama Rasulullah.
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment