Kajian wag harian 27 Muharrom 1448H
*BERBAKTI 1* (12-07- '26)
*وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوۤا۟ إِلَّاۤ إِیَّاهُ وَبِٱلۡوَ ٰلِدَیۡنِ إِحۡسَـٰنًاۚ*.
Dan Tuhanmu telah *memerintahkan* agar kamu jangan menyembah selain *Dia* dan hendaklah berbuat baik (*berbakti*) kepada ibu bapak.
Kata orang bijak :
*Berbakti* kepada orang tua bukanlah pilihan, melainkan sebuah *kemuliaan* yang meluaskan pintu rezeki dan *ketenangan* jiwa.
(*Honoring your parents is not a choice, but a noble virtue that widens the gates of sustenance and brings tranquility to the soul*.
*بِرُّ الْوَالِدَيْنِ لَيْسَ خِيَارًا، بَلْ هُوَ شَرَفٌ يُوَسِّعُ أَبْوَابَ الرِّزْقِ وَيَجْلِبُ طُمَأْنِينَةَ النَّفْسِ*).
① Kebahagiaan sejati seorang *anak* adalah saat melihat senyum tulus *orang tua* dari rasa bangga atas *baktinya*.
② *Berbakti* tidak selalu tentang materi; *mendengarkan* dengan sabar dan berbicara dengan lembut adalah bentuk *bakti* yang paling menyentuh hati.
③ Dunia mungkin *menuntutmu* menjadi yang terbaik, namun *orang tua* hanya ingin melihatmu tumbuh menjadi anak yang *berbakti*.
④ Sejauh apa pun kamu *mengejar* impian, jangan pernah lupa jalan pulang untuk *berbakti* kepada mereka yang *membesarkanmu*.
⑤ *Waktu* kita bersama orang tua sangatlah terbatas; jadikan setiap *detiknya* berarti, dengan *bakti* yang tulus.
⑥ *Berbakti* kepada orang tua adalah investasi terbaik dunia dan akhirat, kelak *buahnya* akan kita petik melalui kebaikan *anak-cucu*.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ. قِيلَ: مَنْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ، أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ*.
Dia *celaka*; dia celaka; dia celaka; lalu beliau ditanya: *siapakah* yang celaka ya Rasulullah? jawab *Nabiﷺ*: Barang siapa yang mendapati *kedua* orang tuanya (dalam usia lanjut) atau *salah satu* dari keduanya, tetapi dia tidak berusaha *masuk* surga (dengan *berbakti* kepadanya).
HR Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber Wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment