Kajian wag harian 23 Muharrom 1448H
*GEMPA 1* (08-07-'26)
*فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلرَّجۡفَةُ فَأَصۡبَحُواْ فِي دَارِهِمۡ جَٰثِمِينَ*.
Al-A'raf: 7:78
Lalu datanglah *gempa* menimpa mereka (kaum Nabi Shaleh), dan mereka pun *mati* bergelimpangan di dalam *reruntuhan* rumah mereka.
Kata orang bijak :
Seperti *gempa* yang mengguncang bumi, *ujian* hidup bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk menguji seberapa kokoh *fondasi* jiwa kita.
(*Like an earthquake that shakes the earth, life's trials are not meant to destroy, but to test how solid the foundation of our soul is*.
*كَالزِّلْزَالِ الَّذِي يَهُزُّ الْأَرْضَ، لَيْسَتْ عَقَبَاتُ الْحَيَاةِ لِتُدَمِّرَنَا، بَلْ لِتَخْتَبِرَ مَدَى قُوَّةِ أَسَاسِ نُفُوسِنَا*).
① Jangan takut pada *gempa* kehidupan; terkadang tanah harus *retak* agar benih² *kekuatan* baru bisa tumbuh keluar.
② *Karakter* asli seseorang tidak terlihat saat situasi tenang, melainkan saat *gempa* persoalan datang *menguji* kesabarannya.
③ Ketika *gempa* takdir meruntuhkan apa yang kita bangun, itu adalah *kesempatan* untuk membangun kembali *sesuatu* yang jauh lebih megah dan kokoh.
④ Ketabahan adalah *jangkar* yang menjaga kita tetap tegak, bahkan ketika *gempa* penderitaan *mengguncang*.
⑤ Bumi boleh berguncang karena *gempa*, tetapi kedamaian di dalam hati yang *berserah* kepada Tuhan, tidak akan bisa *diruntuhkan*.
⑥ Seringkali, kita harus melewati *gempa* batin terlebih dahulu sebelum *menemukan* kedamaian sejati yang kita *cari*.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُونُ، وَالْمَبْطُونُ، وَالْغَرِيقُ، وَصَاحِبُ الْهَدْمِ، وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللهِ*).
Orang yang mati *syahid* itu ada lima: orang yang mati karena penyakit *pes*, orang yang mati karena penyakit *perut*, orang yang mati *tenggelam*, orang yang mati tertimpa *reruntuhan* (bangunan akibat *gempa*/musibah), dan orang yang mati *syahid* di jalan Allah. HR. Bukhari, Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber Wag ust H Zainuddin
No comments:
Post a Comment