Kajian wag harian 12 Robi'ul Awwal 1448H
*MENYALAHI 2* (24-08-'26)
*رَبَّنَآ إِنَّكَ جَامِعُ ٱلنَّاسِ لِيَوۡمٖ لَّا رَيۡبَ فِيهِۚ إِنَّ ٱللهَ لَا يُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ*
Ali 'Imran, 3:9
Ya Tuhan kami, *Engkaulah* yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada *keraguan* padanya. Sungguh, Allah tidak *menyalahi* janji.
Kata orang bijak :
Meminta *maaf* saat *menyalahi* kesepakatan adalah tanda *kedewasaan*, bukan bukti kelemahan.
(*Apologizing when breaking an agreement is a sign of maturity, not proof of weakness*.
*ٱلِٱعْتِذَارُ عِنْدَ إِخْلَافِ ٱلِٱتِّفَاقِ عَلَامَةُ نُضْجٍ، وَلَيْسَ دَلِيلَ ضَعْفٍ*).
① *Menatap* masa depan dengan *lapang* dada hanya bisa terjadi jika kita tidak *menyalahi* kebenaran di masa lalu.
② Kedamaian *batin* akan selalu menjadi milik *mereka* yang hidupnya lurus dan tidak *menyalahi* suara hatinya sendiri.
③ Belajarlah dari *kesalahan* tanpa harus *menyalahi* takdir, sebab setiap proses memiliki *hikmah* yang mendalam.
④ Kepemimpinan yang *dihormati* adalah kepemimpinan yang *konsisten* dan tidak *menyalahi* norma yang berlaku.
⑤ *Kebebasan* yang tidak terbatas sering kali *berujung* pada tindakan yang *menyalahi* etika dan merugikan sesama.
⑥ Tetaplah *berbuat* baik meskipun situasi *mendesakmu* untuk *menyalahi* prinsip dasar kehormatanmu.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*مَا كَانَ مِنْ شَرْطٍ لَيْسَ فِي كِتَابِ اللهِ فَهُوَ بَاطِلٌ وَإِنْ كَانَ مِائَةَ شَرْطٍ*
Artinya: Setiap *syarat* yang menyalahi (tidak ada ketentuannya dalam) *Kitabullah* adalah *batil*, meskipun jumlahnya *seratus* syarat. HR Bukhari, Muslim. (zainuddin as).
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber Wag Ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment