Kajian wag harian 17 Sya'ban 1447H
*MENGADU 2* (05- 02-'26)
*فَدَعَا رَبَّهُۥٓ أَنِّي مَغۡلُوبٞ فَٱنتَصِرۡ*
Al-Qamar: 54:10
Maka dia (Nuh) *mengadu* kepada Tuhannya, "Sesungguhnya *aku* telah dikalahkan, maka *tolonglah* (aku).
Kata orang bijak :
Tempat *mengadu* terbaik adalah dalam *keheningan* doa, di mana air mata adalah *bahasa* yang paling tawadhu'.
(*The finest sanctuary is silent prayer, where tears where tears speak the language of humility*.
*أَفْضَلُ مَكَانٍ لِلشَّكْوَى هُوَ فِي صَمْتِ الدُّعَاءِ، حَيْثُ الدُّمُوعُ هِيَ اللُّغَةُ الْأَكْثَرُ تَوَاضُعًا*).
① Jadikan rasa sakit sebagai *guru*, bukan sekadar *bahan* untuk *mengadu* di media sosial.
② *Mengadu* dalam sabar adalah bentuk *komunikasi* tertinggi antara hamba dengan *Tuhannya*.
③ Jika engkau harus *mengadu*, mengadulah tentang *kurangnya* rasa syukurmu, bukan tentang kurangnya *nikmat* yang kau terima.
④ Ada perbedaan besar antara *mengadu* untuk mencari *solusi* dengan mengadu hanya untuk *mendapatkan* belas kasihan.
⑤ Jangan *mengadu* pada malam tentang *gelapnya* hidup, karena esok pagi *matahari* tetap akan terbit membawa harapan baru.
⑥ Satu sujud yang panjang untuk *mengadu*, lebih berarti daripada *seribu* kata keluhan yang *disebar* ke mana-mana.
⑦ *Rasulullahﷺ* bersabda :
*اشْتَكَتْ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ فَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنْ الْحَرِّ وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنْ الزَّمْهَرِيرِ*.
Neraka *mengadu* kepada Rabbnya seraya berkata; "Wahai Tuhanku, sebagianku (api) saling *memakan* satu sama lain". Maka neraka diizinkan untuk *berhembus* dua kali. Satu kali pada saat musim *dingin* dan satu kali lagi pada saat musim *panas*. Maka hawa panas yang kamu rasakan merupakan hawa panas dari hembusan *api neraka* dan hawa dingin yang kamu rasakan merupakan hawa dingin dari *zamharir* (hawa dingin) jahannam. HR Bukhari. (zainuddin as)
Semoga kita selalu diberi petunjuk Allah
Sumber wag ust H Zainuddin

No comments:
Post a Comment